Rusia Klaim Hancurkan 350 Drone Ukraina saat Gencatan Senjata Sepihak
Rusia Hancurkan 350 Drone Ukraina saat Gencatan Senjata

Rusia mengklaim telah mencegat puluhan drone Ukraina yang menuju Moskow. Serangan drone ini terjadi saat Rusia mengumumkan gencatan senjata secara sepihak selama dua hari untuk memperingati hari kemenangan Perang Dunia II.

Rincian Serangan Drone

Dilansir AFP, Jumat (8/5/2026), Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah menghancurkan hampir 350 drone Ukraina pada Kamis malam. Selain itu, 20 drone lainnya dicegat dalam dua jam setelah gencatan senjata Rusia dimulai. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Moskow, Sergey Sobyanin, yang diposting melalui media sosial Rusia Max.

Reaksi Ukraina

Pihak Ukraina telah mengecam gencatan senjata sepihak yang diumumkan Rusia. Ukraina menganggapnya sebagai tindakan propaganda untuk melindungi parade kemenangan pada 9 Mei yang merupakan salah satu acara patriotik terpenting bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Beberapa jam sebelum gencatan senjata Rusia dimulai, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan sekutu Rusia agar tidak menghadiri parade tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kami juga telah menerima pesan dari beberapa negara yang dekat dengan Rusia, yang mengatakan bahwa perwakilan mereka berencana untuk berada di Moskow. Keinginan yang aneh, di hari-hari ini. Kami tidak merekomendasikannya," kata Zelensky.

"Mereka menginginkan izin dari Ukraina untuk mengadakan parade mereka sehingga mereka dapat keluar ke lapangan dengan aman selama satu jam sekali setahun, dan kemudian melanjutkan pembunuhan," tambah pemimpin Ukraina itu.

Zelensky telah mengusulkan gencatan senjata tandingan mulai 6 Mei. Tetapi, usulan tersebut tidak disetujui Rusia.

Ancaman Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia mendesak warga sipil dan diplomat untuk meninggalkan ibu kota Ukraina, Kyiv. Rusia mengancam serangan balasan potensial jika terjadi serangan Ukraina selama gencatan senjata.

"Kami mengingatkan penduduk sipil Kyiv dan staf di misi diplomatik asing sekali lagi tentang perlunya meninggalkan kota tepat waktu," kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan ancaman Moskow tidak beralasan dan tidak bertanggung jawab. Inggris menyebut setiap serangan terhadap misi diplomatik akan menjadi eskalasi lebih lanjut dalam perang.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan kepada Bloomberg TV, Berlin tidak akan menarik staf kedutaannya dari Kyiv. Zelensky juga akan tetap di Kyiv selama akhir pekan.

Sebelumnya Rusia mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan Ukraina selama dua hari pada 8-9 Mei untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II. Rusia mengancam akan melakukan serangan rudal besar-besaran ke Kyiv jika Ukraina melanggarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga