RI Negosiasi Langsung dengan Perompak Somalia untuk Bebaskan 4 WNI
RI Negosiasi Langsung dengan Perompak Somalia untuk Bebaskan 4 WNI

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera dalam kapal MT Honour 25 yang dibajak di Somalia. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan para pembajak tersebut.

"Jadi kita juga sudah melakukan komunikasi, termasuk dengan pembajak itu sendiri," kata Sugiono di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (20/5/2026).

Sugiono menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga intens berkoordinasi dengan kedutaan negara terdekat dari Somalia. Hal ini dilakukan untuk membantu memastikan keselamatan para WNI yang disandera.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Ini proses-proses penyelamatannya itu dilakukan, kita berkoordinasi juga dengan kedutaan. Jadi ada beberapa kedutaan kita yang terlibat, kedutaan kita di Nairobi (ibu kota Kenya)," ucap dia.

"Kemudian dalam rangka penyelamatan dan pengamanannya kita juga berkoordinasi dengan kedutaan kita di Pakistan, kemudian Konsulat Jenderal kita di Karachi untuk bisa, apa namanya, mengekstrak, kalau ini kasusnya memang ya penyanderaan gitu, ya hostage situation, ya," tambah Sugiono.

Sebelumnya, Kemlu RI menyatakan terus memantau kondisi para WNI tersebut. Kemlu melaporkan bahwa kondisi para WNI dalam kapal tersebut dalam keadaan baik.

"Berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai pihak, seluruh kru kapal WNI dilaporkan dalam keadaan sehat, kebutuhan logistik terpenuhi, dan gaji tetap dibayarkan," kata Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl, Senin (18/5).

Kemlu juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri untuk menindaklanjuti kasus pembajakan Kapal MT Honour 25. Pemerintah menyatakan akan melakukan upaya terbaik.

Ada 4 WNI di Kapal MT Honour 25, yakni Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, dan Fiki Mutakin asal Bogor. Pembajakan itu terjadi pada 22 April lalu di perairan sekitar Hafun, Somalia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga