Seorang pria bersenjata ditembak oleh agen Secret Service Amerika Serikat (USSS) di pusat kota Washington, memicu penguncian sementara di Gedung Putih. Insiden terjadi di dekat National Mall, tak lama setelah iring-iringan kendaraan yang membawa Wakil Presiden JD Vance melintasi area tersebut.
Kronologi Penembakan
Wakil Direktur USSS Matthew Quinn menyatakan bahwa pihaknya tidak meyakini wakil presiden menjadi target serangan. Ia enggan berspekulasi apakah peristiwa ini terkait dengan upaya pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu. "Saya tidak akan menebak-nebak tentang itu," ujarnya kepada AFP pada Selasa (5/5/2026). "Apakah itu ditujukan kepada presiden atau tidak, saya tidak tahu, tetapi kita akan mengetahuinya," lanjutnya.
Quinn menjelaskan bahwa penembakan bermula ketika agen Secret Service mengidentifikasi seorang individu mencurigakan yang diduga membawa senjata api. Pria tersebut melarikan diri dengan berjalan kaki setelah didekati petugas, lalu mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan. Agen Secret Service membalas tembakan dan melukai tersangka. Pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang belum diketahui pasti.
Korban dan Konteks Keamanan
Seorang saksi mata remaja mengalami luka ringan akibat insiden ini. Peristiwa ini terjadi hanya lebih dari seminggu setelah seorang pria bersenjata mencoba menerobos keamanan di sebuah hotel di Washington tempat Trump menghadiri acara. Pelaku dalam insiden sebelumnya, Cole Allen (31 tahun), telah didakwa dengan tuduhan upaya pembunuhan terhadap presiden.



