TEHERAN - Penasihat Pemimpin Revolusi Islam Iran, Mohammad Mokhber, memperingatkan bahwa sikap menahan diri Iran atas perkembangan di kawasan tidak akan bertahan selamanya. Pernyataan ini disampaikan melalui akun X miliknya pada Sabtu (16/5/2026) sebagai tanggapan terhadap situasi politik terbaru di kawasan Teluk Persia.
Peringatan Terhadap Negara Teluk
Dalam pernyataannya, Mokhber menyinggung sejumlah negara Teluk yang dinilai membuka wilayahnya bagi kepentingan pihak yang berseberangan dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Iran selama ini memandang negara-negara Teluk sebagai teman dan saudara.
Reaksi Terhadap Situasi Politik
Pernyataan ini muncul setelah laporan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam mengajak Arab Saudi dan Qatar untuk menyerang Iran, namun ajakan tersebut ditolak. Mokhber menekankan bahwa sikap menahan diri Iran memiliki batas waktu dan tidak akan berlangsung selamanya.



