Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa proses rekonstruksi di Jalur Gaza tidak akan dimulai tanpa pembongkaran infrastruktur militer dan perlucutan senjata kelompok militan di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu pada Minggu, 5 Juli 2026, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Senin (6/7/2026).
Ancaman dari Gaza Dinyatakan Lenyap
Netanyahu menyatakan bahwa ancaman dari Gaza telah dilenyapkan melalui pembentukan zona penyangga oleh Israel di dalam wilayah Jalur Gaza. "Ancaman dari Gaza telah dilenyapkan," kata Netanyahu dalam pernyataannya. Ia juga menambahkan bahwa hilangnya ancaman tersebut telah meningkatkan permintaan hunian di permukiman dekat perbatasan Gaza, merujuk pada situasi keamanan yang membaik.
Krisis Kemanusiaan dan Alih Perhatian Global
Pernyataan ini muncul saat sorotan dunia mulai berkurang terhadap Gaza, yang hancur akibat perang sejak Oktober 2023. Perang dipicu serangan Hamas terhadap Israel dan melibatkan sekutu-sekutu Hamas seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan Iran. Lebih dari dua setengah tahun kemudian, Gaza masih dilanda krisis kemanusiaan parah. Gencatan senjata rapuh sejak Oktober 2025 belum mampu mengakhiri perang secara tuntas. Situasi memburuk sejak Israel dan AS terlibat perang melawan Iran pada akhir Februari lalu.
Pernyataan soal Lebanon
Netanyahu juga membahas Lebanon, di mana militer Israel bertempur dengan Hizbullah. Ia menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak meminta Israel menahan diri dari tindakan terhadap terowongan Hizbullah yang ditemukan di Lebanon.



