Kepala Mossad Klaim Raih Intelijen Berharga dalam Operasi di Iran
Mossad Klaim Raih Intelijen Berharga di Iran

Kepala badan intelijen Israel, Mossad, David Barnea, mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan operasi penetrasi ke wilayah Iran dan Lebanon. Dalam pernyataan terbarunya pada Selasa (28/4) waktu setempat, Barnea mengklaim operasi tersebut berhasil mengumpulkan intelijen yang sangat berharga, terutama dari dalam Iran.

Pernyataan Kepala Mossad

Barnea, yang telah memimpin Mossad sejak Juni 2021 dan akan mengakhiri masa jabatannya pada Juni 2026, menyatakan bahwa Mossad telah mendapatkan keuntungan intelijen strategis dan taktis. Akses terhadap rahasia paling sensitif musuh disebut sebagai salah satu pencapaian utama. Ia juga menekankan bahwa badan intelijen Israel telah menunjukkan kemampuan operasional baru yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara-negara target.

Perubahan Pendekatan Operasional

Barnea menyoroti pergeseran dalam pendekatan operasional Mossad. Jika sebelumnya fokus pada aktivitas rahasia di antara konflik, kini Mossad telah berubah menjadi kekuatan yang lebih ofensif dan aktif selama masa perang. Perubahan ini tercermin dalam operasi-operasi yang menargetkan Iran dan Lebanon, didukung oleh pembentukan unit-unit baru, kemampuan khusus, serta adopsi teknologi canggih dan inovasi di berbagai tingkatan pekerjaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Kemampuan Manusia

Menurut laporan media lokal Israel, Barnea juga menekankan pentingnya mempertahankan kemampuan operasional berbasis manusia untuk melaksanakan misi dan operasi khusus. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, yang dalam beberapa bulan terakhir mengumumkan penangkapan dan eksekusi puluhan warganya yang dituduh bekerja sama dengan Mossad.

Dampak Operasi Intelijen

Pernyataan Barnea menyusul penetrasi intelijen signifikan Israel ke Iran, yang memungkinkan pembunuhan puluhan pemimpin politik dan militer Teheran sejak perang meletus pada 28 Februari lalu. Tokoh yang tewas termasuk mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Bagheri. Israel juga menewaskan pemimpin senior Hizbullah di Lebanon selama pertempuran yang dimulai pada 2024, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang di Jalur Gaza.

Klaim Mossad ini menegaskan peran aktif Israel dalam mengumpulkan intelijen dan melancarkan operasi di wilayah musuh, meskipun Iran terus meningkatkan tindakan terhadap tersangka mata-mata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga