Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam Kematian Ayahnya
Mojtaba Khamenei Sumpah Balas Dendam Kematian Ayahnya

Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa membalas dendam atas kematian ayahnya adalah "tuntutan bangsa" dan "pasti harus dilakukan." Pernyataan itu disampaikan dalam pesan tertulis yang dirilis di akun Telegram-nya pada Sabtu (11/7/2026).

Pesan tersebut dikeluarkan pada upacara pemakaman ayahnya, mantan pemimpin tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu. Pemakaman digelar beberapa bulan setelah peristiwa itu.

Janji Balas Dendam

"Kami berjanji untuk membalas darah pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh kriminal dan tercela itu," kata Khamenei dalam pesan tersebut, seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (11/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pernyataan itu menegaskan komitmen Iran untuk membalas serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama beberapa dekade.

Pemakaman Bersejarah

Ayatollah Khamenei dimakamkan pada Jumat (10/7) dini hari waktu setempat di Makam Imam Reza, situs suci Syiah paling dihormati di Iran, di kota kelahirannya, Mashhad. Kompleks keagamaan itu dikenal dengan kubah emas besar dan menara-menara berlapis emas.

Upacara pemakaman berlangsung tertutup, namun didahului oleh seminggu masa berkabung nasional dan serangkaian prosesi publik besar-besaran. Menurut perkiraan pihak Iran, jumlah pelayat mencapai sekitar 43 juta orang, dengan lebih dari 15 juta hadir dalam prosesi utama.

Dukungan dari Berbagai Negara

Kementerian Intelijen Iran memuji ramainya pelayat dan menyebut prosesi di Iran dan Irak sebagai janji baru terhadap cita-cita bangsa dan Poros Perlawanan. Dalam pernyataan pada Sabtu (11/7), kementerian tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Iran dan Irak, otoritas agama, pemerintah negara-negara sahabat, dan delegasi dari seluruh dunia Islam atas partisipasi mereka.

Kementerian juga berterima kasih kepada para pelayat dari Lebanon, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kashmir, India, Bahrain, dan negara-negara lain. Mereka menggambarkan kehadiran tersebut sebagai demonstrasi solidaritas yang abadi dengan Iran.

Komitmen terhadap Cita-cita Islam

"Pemakaman bersejarah tersebut mencerminkan kesetiaan dan kesadaran bangsa Islam dan memperbarui komitmennya terhadap cita-cita Islam," bunyi pernyataan kementerian tersebut. Kementerian juga memuji prosesi yang diselenggarakan oleh suku-suku Irak dan lembaga-lembaga keagamaan, yang menyoroti ikatan abadi antara rakyat Iran dan Irak dan memperkuat jalan perlawanan.

"Kita memperbarui perjanjian darah dan perjuangan kita dengan Pemimpin Revolusi Islam dan akan tetap berada di garis depan pertempuran melawan Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis pembunuh anak-anak," imbuh pernyataan itu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga