Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Usai Kecelakaan Maut Bekasi
Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita ke Tengah Usai Kecelakaan

Kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Pemerintah berkomitmen melakukan berbagai upaya agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Salah satu usulan yang mencuat adalah pemindahan gerbong khusus wanita yang biasanya berada di bagian paling depan dan belakang kereta ke tengah rangkaian.

Usulan Menteri PPPA Arifah Fauzi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan bahwa usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari kecelakaan maut di Bekasi Timur. Sebagaimana diketahui, kecelakaan tersebut menimbulkan 15 korban jiwa. Jenazah korban telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit di kawasan Bekasi dan Jakarta.

“Tetapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026). Ia telah berkoordinasi dengan pihak KAI dan menanyakan posisi gerbong khusus wanita. KAI menjelaskan bahwa gerbong wanita ditempatkan di depan atau belakang untuk menghindari rebutan tempat duduk.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Namun, menurut Arifah, imbas kecelakaan ini perlu ada perubahan. Ia meminta gerbong bagian ujung diisi oleh laki-laki. “Jadi yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” kata dia.

Tanggapan Menko AHY

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama tidak boleh menjadi korban. “Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam oleh kereta api jarak jauh. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru mendapatkan risiko yang paling tinggi,” ujar AHY.

AHY menambahkan bahwa fokus pemerintah bukan pada perbedaan gender, melainkan pada perbaikan sistem transportasi kereta dan transportasi publik lainnya agar aman, selamat, dan menghadirkan rasa aman serta nyaman. “Safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon tetapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik,” tegasnya.

Investigasi KNKT

AHY menyatakan bahwa KNKT akan melakukan investigasi secara tuntas. Penyebab kecelakaan harus dijelaskan secara terbuka kepada publik. “KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Saya minta transparan, terbuka, bisa dijelaskan kepada publik. Karena ini juga harus ada faktor edukasinya,” ujarnya.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan bermula ketika taksi Green SM terhenti di tengah rel kereta api tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang menuju Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel. Warga berkumpul untuk membantu evakuasi taksi tersebut.

Di sisi lain, KRL arah Cikarang terhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden tersebut. KRL yang terhenti itulah yang kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga