Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, telah berhasil dipadamkan 100 persen. Area terdampak seluas kurang lebih 15 hektare kini sudah tidak lagi menyala setelah melalui upaya pemadaman selama sepuluh hari.
Proses Pemadaman dan Pernyataan BNPB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa api berhasil dipadamkan berkat kerja keras tim gabungan penanganan darurat. Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan pada 30 Juni 2026, dan pemadaman tuntas pada Kamis malam, 9 Juli 2026.
"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," kata Abdul dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Antisipasi Titik Panas dan Kondisi Sosial
Meskipun area utama telah terkendali, tim gabungan masih terus bersiaga untuk mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan sampah luar kawasan TPA, khususnya di dekat situ atau danau. Abdul menambahkan, "Tim gabungan masih mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan sampah luar kawasan TPA dekat situ/danau."
Dari segi sosial, BNPB memastikan situasi masyarakat sekitar TPA sudah kondusif. Jumlah pengungsi nihil karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing. "Penanganan darurat pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin mencapai 100 persen dan kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dengan jumlah pengungsi saat ini nihil, karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing," ujar Abdul.
Dukungan Udara dan Logistik
Selama operasi pemadaman, BNPB mengerahkan empat unit helikopter pengebom air (water bombing) untuk menyiramkan ratusan ribu liter air. Tiga helikopter—Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L—beroperasi secara bergantian di langit Tangerang, sementara satu unit Mi-8 MSBT sedang menjalani perbaikan teknis.
Selain operasi udara, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik darat berupa 500 liter cairan racun api (Enviro Class A Foam), puluhan unit pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie).



