Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendalami hasil analisis intelijen terkait pergerakan masyarakat yang berkaitan dengan politik di wilayah hukum Polda Sulsel. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa, 26 Mei 2026.
Intelijen Mendeteksi Pergerakan Warga
Djuhandhani menyatakan bahwa informasi intelijen yang diperoleh menunjukkan adanya berbagai pergerakan di masyarakat yang berhubungan dengan politik. "Kami juga mendapatkan informasi-informasi intelijen terkait berbagai pergerakan di masyarakat yang berkaitan dengan politik. Kami akan mendalami itu," ujarnya. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai sosok atau kelompok di balik pergerakan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa personelnya akan bertindak tegas terhadap hal-hal yang dapat mengganggu kondusivitas warga Sulsel.
Tindakan Tegas untuk Kondusivitas
Kapolda memberikan perintah tegas kepada jajaran Kapolres untuk menindak setiap upaya yang dapat membuat situasi tidak kondusif. "Saya sampaikan kepada Kapolres jajaran manakala itu didapatkan untuk membuat situasi yang tidak kondusif di wilayah hukum Polda Sulsel, perintahnya cuma satu: gebuk, tangkap, penegakan hukum. Itu pilihan alternatif terakhir," tegas Djuhandhani.
Fenomena Geng Motor dan Kejahatan Jalanan
Djuhandhani juga menyoroti maraknya kejahatan jalanan dan fenomena geng motor. Menurutnya, aksi geng motor bersifat spontan dan tidak dikendalikan oleh pihak tertentu. "Hasil evaluasi kita tidak ada pengendalian. Ini spontanitas, sekumpulan anak-anak yang mungkin terhadap kehidupan sosial masyarakat mereka berkumpul bersama. Kebersamaan ini membawa mereka kebut-kebutan dan lain sebagainya, menjadi sebuah kejahatan," jelasnya.
Peringatan Keras untuk Kelompok Bermuatan Politik
Jenderal bintang dua ini memberikan peringatan keras kepada kelompok atau organisasi masyarakat yang diduga memiliki agenda politik terselubung di balik maraknya aksi geng motor. Seluruh personel kepolisian, kata Djuhandhani, telah mengawasi ketat setiap aktivitas kelompok yang berpotensi menunggangi situasi. "Ini adalah sebuah warning, kami akan kejar dan melakukan upaya-upaya penegakan hukum. Gebuk artinya penegakan hukum," pungkasnya.



