Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan yang bergerak dari Kanada dan Minnesota utara memicu peringatan kualitas udara tidak sehat di sebagian besar Amerika Serikat pada Jumat (17/7) waktu setempat. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran menjelang pertandingan final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina yang akan berlangsung akhir pekan ini di dekat New York.
Trump Salahkan Kanada
Presiden AS Donald Trump menyalahkan Kanada sebagai pemicu darurat kabut asap di negaranya. Otoritas Kanada melaporkan lebih dari 200 titik api tak terkendali pada Jumat (17/7). Dalam pernyataan di Truth Social, Trump menyebut polusi udara itu "sama sekali tidak dapat diterima" dan akan menghubungi Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk mencari solusi.
"Amerika Serikat sedang diinvasi secara tidak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima!" tulis Trump.
Kualitas Udara Memburuk di Beberapa Kota
Detroit, Michigan, tercatat sebagai kota dengan polusi tertinggi di dunia menurut IQAir, disusul Washington dan Chicago. Otoritas setempat mengimbau warga menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Di New York dan New Jersey, lokasi final Piala Dunia di MetLife Stadium pada Minggu (19/7), kualitas udara berada pada level berpotensi tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Kondisi ini membaik dari Kamis (16/7) saat kabut asap hampir menyembunyikan cakrawala Manhattan. Namun, NWS memperingatkan kabut asap bisa menebal kembali pada malam hingga Sabtu (18/7) pagi.
Penyelenggara Pantau Situasi
Direktur Eksekutif satuan tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan pihak penyelenggara "memantau dengan cermat" situasi tersebut. Pakar meteorologi NWS Peter Mullinax menyatakan angin di Great Lakes dapat mendorong lebih banyak asap ke timur laut AS, berpotensi membuat langit tetap berkabut.
"Saya meyakini dampaknya tidak akan separah jika pertandingan dilakukan hari ini," ujar Mullinax kepada AFP.
Sementara itu, pakar prakiraan kualitas udara Maryland Joel Dreesen mengatakan masalah muncul jika lebih banyak asap bergerak ke selatan setelah sistem badai akhir pekan berlalu. "Beberapa model mulai menunjukkan kemungkinan asap akan terbawa turun ke wilayah kita," katanya kepada AFP.



