Israel Blokir Akses Sistem Pelacak Roket karena Khawatir Bocor ke Iran
Israel Blokir Akses Pelacak Roket, Khawatir Bocor ke Iran

Tentara Israel memblokir akses otoritas lokal dan petugas penghubung cadangan terhadap sistem manajemen darurat sipil yang digunakan untuk melacak lokasi dampak roket. Langkah ini diambil karena kekhawatiran informasi dapat bocor ke Iran, sebagaimana dilaporkan oleh media lokal.

Latar Belakang Pemblokiran Sistem Shual

Sistem yang dikenal dengan nama 'Shual' ini dikembangkan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri militer Israel. Fungsinya adalah untuk mengoordinasikan manajemen darurat di antara para pejabat penanggulangan krisis, memprediksi zona dampak roket, memberikan peringatan dini, serta mengarahkan tim darurat ke lokasi serangan.

Selain itu, sistem ini juga digunakan untuk mengidentifikasi bahan peledak yang belum meledak, mempercepat pengerahan tim pencarian, dan menentukan jumlah korban jiwa. Menurut surat kabar setempat, pemblokiran dilakukan karena adanya kekhawatiran bahwa informasi mengenai lokasi dampak dapat dimanfaatkan oleh entitas terkait Iran untuk meningkatkan akurasi dan kerusakan serangan di masa mendatang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keluhan Pejabat Lokal di Israel Utara

Para pejabat setempat di Israel utara mengeluhkan bahwa larangan tersebut membuat mereka bekerja dalam kondisi berbahaya tanpa alat penyelamat jiwa yang penting. Mereka tidak dapat menentukan cakupan atau arah serangan, atau membedakan apakah ledakan disebabkan oleh pencegahan atau dampak langsung selama penembakan roket Hizbullah terhadap permukiman Baram, Dovev, dan Tzivon.

Konflik Lintas Batas Israel-Hizbullah

Serangan lintas batas antara Israel dan Hizbullah terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei. Sejak 2 Maret, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.715 orang, melukai 8.353 orang, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi, atau sekitar seperlima dari populasi Lebanon.

Israel menduduki wilayah di Lebanon selatan, termasuk beberapa daerah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade dan wilayah lainnya sejak perang 2023-2024. Selama konflik saat ini, pasukan Israel telah maju sekitar 10 kilometer ke dalam perbatasan selatan Lebanon.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga