Iran Yakin Perang dengan AS Kecil, Tapi Siap Tanggapi Serangan
Iran Yakin Perang dengan AS Kecil, Tapi Siap Serangan

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan keyakinannya bahwa kemungkinan terjadinya perang kembali dengan Amerika Serikat sangat kecil. Meskipun demikian, IRGC menegaskan bahwa Teheran tetap dalam keadaan siap siaga untuk menanggapi setiap serangan yang mungkin dilancarkan.

Pernyataan IRGC dan Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata

Pernyataan ini muncul sehari setelah Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata yang telah berlaku sejak bulan April. Iran juga memperingatkan bahwa mereka siap untuk melakukan pembalasan setelah serangan paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan.

Perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran. Konflik ini dengan cepat meluas ke berbagai front dan melanda kawasan tersebut, sementara pasar energi global mengalami kekacauan yang signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pandangan IRGC tentang Kemungkinan Perang

Mohammad Akbarzadeh, wakil kepala politik angkatan laut IRGC, mengatakan bahwa meskipun kemungkinan kembali berperang kecil karena kelemahan musuh, angkatan bersenjata Iran tetap dalam kondisi siaga penuh dengan amunisi lengkap. Ia memperingatkan bahwa militer Iran akan mengubah wilayah di sepanjang garis pantai Iran menjadi kuburan bagi para agresor, seperti yang dikutip oleh kantor berita Iran, Tasnim.

Upaya AS dan Israel untuk Menggulingkan Rezim Iran

Sementara itu, Kementerian Intelijen Iran mengungkapkan bahwa AS dan Israel masih terus berupaya untuk menggulingkan rezim Iran dan memecah belah negara tersebut. Kementerian tersebut mengklaim memiliki bukti bahwa AS dan Israel akan menyelundupkan berbagai senjata, amunisi, dan alat komunikasi ilegal, terutama perangkat internet satelit Starlink, ke Iran. Tujuan dari penyelundupan ini adalah untuk memicu perpecahan agama dan etnis serta melakukan misi sabotase.

Negosiasi Damai dan Kendala Utama

Iran dan AS telah terlibat dalam perang kata-kata selama berminggu-minggu saat mereka berusaha menegosiasikan kesepakatan damai. Upaya mediasi dipimpin oleh Pakistan. Kedua pihak tampaknya belum siap untuk berkompromi pada poin-poin penting yang menjadi kendala, termasuk status Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

Iran sebelumnya memblokade Selat Hormuz, yang sangat penting bagi aliran energi global, sebagai tindakan balasan atas perang. Sebagai respons, AS memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Pernyataan Angkatan Laut IRGC dan AS

Pada hari Rabu, angkatan laut IRGC menegaskan bahwa hanya kapal-kapal yang bersedia mematuhi perintah Iran yang akan diizinkan melewati selat tersebut. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada hari Selasa bahwa kesepakatan damai masih dapat dicapai, tetapi Selat Hormuz akan dibuka kembali dengan cara apa pun.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga