Media Iran melaporkan bahwa serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap kapal-kapal kargo kecil di Selat Hormuz menewaskan sedikitnya lima warga sipil. Laporan dari kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer Teheran, menyebutkan bahwa hasil penyelidikan menemukan pasukan AS menyerang dua kapal kecil yang mengangkut muatan kargo penumpang dari Khasab di pantai Oman menuju Iran.
Sumber militer Iran yang dikutip Tasnim News Agency menambahkan bahwa tidak satu pun kapal tempur Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terkena serangan di Selat Hormuz. Menyusul klaim palsu militer AS yang menyebut telah menargetkan enam kapal cepat Iran, penyelidikan dilakukan terhadap kebenaran klaim tersebut dari sumber-sumber lokal. Sumber militer Iran tersebut menyatakan bahwa sedikitnya lima penumpang sipil tewas dalam serangan itu.
Sumber militer Iran menggambarkan serangan pasukan AS sebagai tindakan terburu-buru yang didorong oleh ketakutan AS terhadap operasi kapal cepat IRGC. Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya melaporkan bahwa sejumlah helikopter militer AS dikerahkan untuk menghancurkan kapal-kapal kecil Iran yang mengancam pelayaran komersial. CENTCOM menyebut kapal-kapal tersebut menjadi sasaran selama upaya mengamankan lalu lintas di jalur perairan strategis Selat Hormuz. CENTCOM juga menuduh Iran menembaki kapal perang AS dan kapal komersial di perairan tersebut pada Senin (4/5) waktu setempat.
Serangan di Selat Hormuz ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pada Minggu (3/5) bahwa militer AS akan memandu kapal dari negara-negara netral untuk melintasi Selat Hormuz secara aman mulai Senin (4/5). Trump menyebutnya sebagai upaya kemanusiaan untuk membantu para awak kapal yang terjebak. Pada Senin (4/5), Angkatan Laut Iran melepaskan sejumlah tembakan peringatan terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz, setelah militer Washington mengirimkan beberapa kapal perusak ke perairan Teluk.
Trump juga mengklaim bahwa pasukan AS telah menghancurkan tujuh kapal militer kecil Iran di perairan tersebut. Seorang laksamana militer AS sebelumnya menyebut enam kapal militer Teheran telah dihancurkan, namun Iran membantahnya.



