Korlantas Polri Optimalkan ETLE WIM di Langkat untuk Tekan Overdimensi Overload
Korlantas Optimalkan ETLE WIM di Langkat Tekan Overload

Korlantas Polri terus mempercepat upaya mencapai target Zero Over Dimensi dan Overload 2027. Kali ini, wilayah hukum Polres Langkat, Sumatera Utara, menjadi fokus optimalisasi penegakan hukum berbasis teknologi canggih melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terintegrasi dengan Weigh In Motion (WIM).

Analisis dan Evaluasi ETLE WIM di Langkat

Kegiatan analisa dan evaluasi (anev) serta optimalisasi ETLE WIM dilaksanakan di Kantor PT Hutama Karya Stabat pada Selasa, 5 Mei 2026. Acara ini melibatkan tim Subdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Ditlantas Polda Sumatera Utara, pengelola jalan tol, dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional di bawah arahan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal untuk memperkuat sistem penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis elektronik.

Teknologi WIM untuk Deteksi Otomatis

Tim yang dipimpin Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto melakukan sosialisasi dan pendalaman teknis implementasi sistem WIM. Teknologi ini mampu mengukur berat dan dimensi kendaraan secara otomatis saat melintas tanpa harus berhenti. Sistem ini terintegrasi langsung dengan ETLE, sehingga dapat mendeteksi dan merekam pelanggaran kendaraan, khususnya angkutan barang yang melebihi kapasitas muatan atau dimensi yang ditentukan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selain itu, dibahas rencana penerapan penindakan dengan pendekatan selective priority, yang difokuskan pada kendaraan dengan tingkat pelanggaran tinggi, terutama kategori overdimensi dan overload. Langkah ini diharapkan memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran pelaku usaha transportasi untuk mematuhi regulasi.

Percontohan untuk BUJT Lain

Implementasi WIM milik BUMN konstruksi ini juga didorong menjadi percontohan bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya dalam mengembangkan sistem ETLE berbasis WIM di ruas tol. Sistem ini tidak hanya mendeteksi overdimensi overload, tetapi juga mampu mengidentifikasi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas lainnya secara otomatis dan akurat.

Saat ini, perangkat ETLE WIM yang dikelola Hutama Karya Group bersama anak usahanya telah terpasang di 26 titik strategis dari Lampung hingga Aceh, dan seluruhnya terintegrasi dengan sistem ETLE Nasional Korlantas Polri. Integrasi ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengawasan lalu lintas yang modern, transparan, dan berkelanjutan.

Komitmen Penegakan Hukum

Sebagai tindak lanjut, jajaran kepolisian bersama pemangku kepentingan berkomitmen meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya untuk menekan pelanggaran overdimensi overload. Sinergitas yang terjalin diharapkan menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, aman, serta menjaga kualitas infrastruktur jalan tol dari kerusakan akibat kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi.

Dengan kolaborasi yang solid dan dukungan teknologi yang terus berkembang, implementasi ETLE WIM diharapkan menjadi langkah konkret dalam mencapai target nasional Zero Overdimensi Overload 2027 serta mendorong keselamatan lalu lintas yang berkelanjutan di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga