Iran Bantah Tuduhan Serang UEA, Sebut Tak Ada Agenda Agresi
Iran Bantah Tuduhan Serang UEA

Uni Emirat Arab (UEA) menuding Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayahnya pada Senin, 4 Mei 2026. Tuduhan itu langsung dibantah oleh Teheran yang menegaskan tidak memiliki agenda untuk menyerang UEA.

Kronologi Serangan

Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sedikitnya 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat. Serangan tersebut melukai tiga orang dan memicu kebakaran di kompleks Zona Industri Minyak Fujairah, pusat energi utama di pantai timur UEA.

Kecaman Negara Arab

Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Yordania mengecam keras serangan itu. Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan solidaritas penuh dengan UEA dan menyerukan Iran menghentikan serangan. Qatar menggambarkan serangan sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan UEA dan ancaman serius bagi stabilitas kawasan. Mesir memperingatkan dampak berbahaya dari eskalasi ini yang melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Putra Mahkota Saudi Kutuk Serangan

Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dalam percakapan telepon dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ), menyatakan kecaman dan penolakan keras terhadap agresi Iran. MBS menegaskan dukungan Saudi untuk keamanan dan stabilitas UEA, serta membahas perkembangan regional dan cara meningkatkan keamanan kawasan.

Bantahan Iran

Seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak UEA. Pejabat itu justru menyalahkan Amerika Serikat karena membuka jalur ilegal bagi kapal-kapal di Selat Hormuz.

"Para pejabat AS harus mengakhiri perilaku buruk menggunakan kekerasan dalam proses diplomatik dan menghentikan petualangan militer di wilayah minyak yang sensitif ini, yang mempengaruhi perekonomian semua negara di dunia," ujarnya.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama terkait Selat Hormuz. Negara-negara Teluk dan AS sebelumnya telah menyusun resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di selat strategis tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga