Otoritas Iran membantah tuduhan bahwa pihaknya menyerang fasilitas minyak di Uni Emirat Arab (UEA). Abu Dhabi sebelumnya menyalahkan Teheran atas serangan drone yang menghantam instalasi energi di wilayah Fujairah.
Kronologi Serangan
Otoritas UEA melaporkan bahwa serangan drone itu melukai tiga orang, semuanya warga negara India, yang telah dilarikan ke rumah sakit setempat. Ini merupakan serangan pertama sejak gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) diberlakukan bulan lalu.
Kantor Media Fujairah melaporkan kebakaran terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah, pusat energi utama di pantai timur UEA, setelah menjadi sasaran drone yang diluncurkan dari Iran. Tim pertahanan sipil UEA segera dikerahkan untuk memadamkan api.
Bantahan Iran
Seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya membantah tuduhan tersebut. "Republik Islam tidak memiliki program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang dimaksud," tegasnya kepada televisi pemerintah.
Pejabat tersebut menuding AS sebagai dalang di balik insiden ini. "Apa yang terjadi adalah hasil dari petualangan militer AS untuk menciptakan jalur bagi kapal-kapal secara ilegal melewati jalur terlarang Selat Hormuz," ujarnya.
Keterlibatan AS
Presiden Donald Trump mengumumkan pada Minggu (3/5) bahwa militer AS mulai memandu kapal-kapal dari negara netral melintasi Selat Hormuz secara aman mulai Senin (4/5). Angkatan Laut Iran melepaskan tembakan peringatan terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz pada Senin.
Trump mengklaim pasukan AS telah menyerang tujuh kapal militer kecil Iran. Seorang laksamana AS menyebut enam kapal Iran dihancurkan, namun Iran membantahnya.
Respons UEA
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan sistem pertahanan udaranya mencegat sedikitnya 15 rudal dan empat drone yang diluncurkan dari Iran. UEA menegaskan memiliki "hak penuh dan sah" untuk merespons serangan tersebut.



