Militer Iran kembali menegaskan sikap kerasnya terhadap Amerika Serikat terkait Selat Hormuz. Pada Senin (4/5/2026), Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari komando pusat militer Iran menyatakan bahwa setiap pasukan asing, terutama militer AS, yang mendekati atau memasuki Selat Hormuz akan menjadi sasaran serangan. Pernyataan ini disiarkan oleh stasiun penyiaran pemerintah Iran, IRIB, sebagai respons atas pengumuman Presiden AS Donald Trump yang akan mulai mengawal kapal-kapal melintasi jalur air vital yang sebelumnya diblokir Iran.
Kue Ultah Menteri Israel Bergambar Tali Gantungan
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, merayakan ulang tahun ke-50 dengan kue yang dihiasi gambar tali gantungan. Gambar tersebut merujuk pada undang-undang hukuman mati yang baru diberlakukan dan menargetkan tahanan Palestina. Video yang beredar online menunjukkan Ben Gvir, tokoh ultranasionalis, memegang kue dengan ucapan dalam bahasa Ibrani: "Selamat Menteri Ben Gvir. Terkadang mimpi menjadi kenyataan."
AS Serahkan Kapal Iran dan 22 Awaknya ke Pakistan
Amerika Serikat menyerahkan kapal kontainer berbendera Iran, Touska, yang disita karena berusaha menerobos blokade laut AS pada pertengahan April, kepada Pakistan. Bersama kapal tersebut, 22 awak kapal juga diserahkan kepada otoritas Islamabad untuk dipulangkan ke Teheran. Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengonfirmasi penyerahan tersebut pada Minggu (3/5) waktu setempat.
Iran Beri Deadline 1 Bulan bagi AS untuk Cabut Blokade
Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan untuk menegosiasikan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS, dan menghentikan perang di Iran serta Lebanon. Proposal revisi 14 poin diajukan Teheran kepada Washington pada Kamis (30/4) pekan lalu, menurut laporan Axios yang dikutip Anadolu Agency dan Middle East Monitor. Dua sumber menyebutkan proposal tersebut mencakup akses maritim, pengakhiran blokade, dan gencatan senjata permanen di kedua front.
Peningkatan Pesawat Militer AS dari Eropa ke Timur Tengah
Lalu lintas udara militer AS dari Eropa ke Timur Tengah meningkat signifikan pada 2 Mei, terdeteksi melalui data FlightRadar24. Peningkatan ini terjadi di tengah ketegangan AS-Iran yang terus berlanjut. Sebagian besar pesawat yang terdeteksi adalah pesawat angkut militer dan pengisian bahan bakar di udara, seperti dilaporkan Anadolu Agency pada Senin (4/5/2026).
Berita-berita tersebut menjadi sorotan utama pembaca detikcom hari ini, Senin (4/5/2026), dengan ancaman Iran terhadap pasukan AS di Selat Hormuz sebagai berita paling populer.



