RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuat berbagai terobosan untuk meningkatkan keamanan lingkungan. Inovasinya mulai dari pemasangan e-gate, CCTV, imbauan suara malam bernama 'Si Jaga Warga', sistem panic button plus sirine hingga GPS setiap kendaraan warga yang terhubung ke smartphone.
E-Gate dengan RFID
Ketua RT 11 Imam Basori menjelaskan segala fasilitas yang telah terpasang di lingkungannya. Pertama, e-gate atau gerbang digital yang dilengkapi pagar dengan Radio-Frequency Identification (RFID). Setiap warga diberikan kartu akses untuk keluar masuk pada jam malam, pukul 00.00-05.30 WIB.
"Ada e-Gate 11, yakni gerbang digital berbasis akses kartu RFID," kata Imam kepada detikcom di lokasi.
GPS dan CCTV Terintegrasi
Inovasi berikutnya adalah pemasangan GPS pada setiap motor warga yang terhubung ke ponsel masing-masing. Sistem ini meningkatkan keamanan kendaraan. Selain itu, CCTV 1x24 jam terhubung ke smartphone warga sehingga semua dapat memantau secara real time.
Panic Button Modern
Sistem panic button dengan sirine menggantikan kentongan konvensional. Tombol ini memodernisasi sistem peringatan darurat warga.
"Ini menggantikan sistem konvensional yang sebelumnya menggunakan kentongan. Sekarang kita menggunakan alarm panic button," ujar Imam.
Si Jaga Warga Bersuara Betawi
Inovasi terbaru adalah pengeras suara malam bernama 'Si Jaga Warga' yang dipasang di enam titik. Suara imbauan menggunakan logat Betawi untuk meningkatkan kesadaran warga menjaga keamanan lingkungan.
"Suara malam itu kita namai 'Si Jaga Warga'. Kami memberikan imbauan tentang jam malam, listrik, motor, kompor, dan sebagainya. Uniknya menggunakan logat Betawi, masih ada kultur budaya Betawi," kata Imam.
Zero Kriminalitas
Berkat semua inovasi, RT 11 mencatat zero tindak kejahatan. Imam menilai keberhasilan ini berkat kerja sama warga.
"Alhamdulillah, dari launching hingga sekarang zero kriminalitas, zero curanmor, zero aktivitas lainnya," ujarnya.
Dana Operasional Maksimal
Semua inovasi dibiayai dana operasional RT sebesar Rp 2,5 juta per bulan dari Pemprov DKI Jakarta. Imam memastikan dana digunakan transparan dan maksimal untuk kepentingan warga.
"Kita maksimalkan betul untuk kepentingan masyarakat. Semua berangkat dari masyarakat, tidak ada yang ditutup-tutupi," katanya.
Motivasi utama adalah keamanan sebagai kebutuhan dasar. Imam, yang juga perwira Intelkam Mabes Polri, mengimplementasikan ilmu kepolisian untuk melayani warga.
"Dengan menciptakan lingkungan aman, ini wujud nyata melayani dan mengayomi masyarakat," pungkasnya.



