Sebuah video yang diklaim memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami pecah pembuluh darah otak beredar di media sosial. Peristiwa tersebut dikatakan terjadi akibat Trump kalah strategi perang dengan Iran. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar.
Narasi yang Beredar
Video yang diklaim memperlihatkan Trump mengalami pecah pembuluh darah otak dibagikan oleh akun Facebook pada Kamis, 7 Mei 2026. Narasi yang disertakan dalam unggahan tersebut menyebutkan bahwa Trump mengalami kondisi medis serius tersebut karena kekalahan dalam strategi perang melawan Iran.
Hasil Penelusuran
Setelah dilakukan verifikasi, video tersebut adalah hasil manipulasi atau hoaks. Tidak ada bukti medis atau pernyataan resmi yang mendukung klaim bahwa Trump mengalami pecah pembuluh darah otak. Informasi ini termasuk dalam kategori konten palsu yang bertujuan menyesatkan publik.
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti kesehatan kepala negara.



