Jalan Seribu Lubang di Sumbar Akhirnya Dibangun Setelah 10 Tahun Rusak
Jalan Seribu Lubang Sumbar Dibangun Setelah 10 Tahun

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau progres pembangunan ruas jalan yang dikenal masyarakat sebagai 'Jalan Seribu Lubang' di jalur Payakumbuh-Lima Puluh Kota-Tanah Datar, Sumatera Barat. Sepanjang jalur yang sedang dikerjakan, spanduk dan baliho ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto tampak berjejer di kiri dan kanan jalan.

Andre hadir bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, sejumlah anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, serta Wali Nagari Tanjung Gadang Kecamatan Lareh Sago Halaban, Zanhar. Warga menilai pembangunan jalan sepanjang sekitar 8,4 kilometer itu menjadi jawaban atas penderitaan mereka yang selama lebih dari 10 tahun harus melintasi jalan rusak parah penuh lubang.

Di depan Kantor Wali Nagari Tanjung Gadang, Andre menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah pusat melalui anggaran APBN senilai Rp70 miliar lewat program Inpres Jalan Daerah. "Ini jalan seribu lubang, kita turun tangan. Pemerintah pusat hadir. Presiden meluncurkan APBN melalui Inpres Jalan Daerah sebesar Rp70 miliar. Meski jalan ini adalah jalan provinsi yang merupakan tanggung jawab Gubernur Sumbar. Saya berharap jalan ini dijaga bersama," ujar Andre dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu mengingatkan agar jalan yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak akibat kendaraan tambang yang melebihi tonase. Ia meminta pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi bersikap tegas dalam pengawasan aktivitas tambang galian C di kawasan tersebut. "Silakan tambang berjalan, kita tidak menghalangi. Tapi jangan sampai tambang ini merusak jalan. Tonase harus dijaga. Mencari uang Rp70 miliar itu susah," tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.

Andre juga meminta Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota bersama pemerintah nagari segera berkoordinasi dengan bupati dan Pemprov Sumbar agar pengawasan kendaraan tambang dilakukan secara serius. "Sekarang sudah dibangun, masa kita biarkan baru beberapa bulan atau setahun sudah hancur lagi? Jalan ini harus dijaga bersama," sambungnya.

Ia kembali menegaskan, jalan tersebut sejatinya merupakan kewenangan Pemprov Sumbar. Namun karena bertahun-tahun tidak diperbaiki, pemerintah pusat akhirnya mengintervensi melalui APBN. "Ini jalan provinsi, kewenangannya ada di Pemprov Sumbar. Karena lebih dari 10 tahun tidak diperbaiki, masyarakat mengenalnya sebagai Jalan Seribu Lubang. Kami melaporkan kondisi ini dan alhamdulillah Pak Presiden Prabowo memerintahkan Kementerian PU menyiapkan anggaran sekitar Rp70 miliar lebih," ungkap Andre.

Usai proyek ini selesai, Andre memastikan perjuangannya belum berhenti. Pembangunan jalan akan dilanjutkan hingga arah Batusangkar melalui program Inpres Jalan Daerah berikutnya. "Sesuai komitmen kami, setelah ini selesai kita lanjut ke arah Batusangkar. Kita berharap Inpres Jalan Daerah 2026 dibuka kembali, atau paling lambat tahun 2027 pembangunan dilanjutkan sampai Batusangkar," tutup Andre.

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menyebutkan pembangunan tersebut ditargetkan selesai pada 2 Juli 2026 sesuai masa akhir kontrak. Dari total 8,4 kilometer, sepanjang 5,5 kilometer dibangun dengan konstruksi beton dan sisanya sekitar 3 kilometer menggunakan aspal. "Insyaallah 2 Juli 2026 selesai seluruhnya dan mulus. Tinggal kita jaga bersama-sama," katanya.

Wali Nagari Tanjung Gadang, Zanhar, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Andre Rosiade atas realisasi pembangunan yang telah lama dinantikan. "Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bang Andre. Warga kami sudah lebih dari 10 tahun menunggu perbaikan jalan ini. Walaupun belum selesai 100 persen, manfaatnya sudah sangat dirasakan masyarakat," ungkap Zanhar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga