SMAN 7 Banjarmasin Juara LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Kalsel
SMAN 7 Banjarmasin Juara LCC Empat Pilar MPR RI di Kalsel

SMA Negeri 7 Banjarmasin berhasil meraih gelar juara dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Kemenangan ini diumumkan langsung oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, setelah babak final yang berlangsung sengit di Hotel Grand Maya, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

"Pertama, SMAN 7 Banjarmasin memperoleh poin 115. Kemudian Grup B, MAN 3 Tapin memperoleh poin 65. Selanjutnya, MAN 2 Hulu Sungai Utara memperoleh poin 85. Dengan demikian, Grup A dari SMAN 7 Banjarmasin ditetapkan sebagai pemenang pada babak final ini dan berhak mewakili Provinsi Kalimantan Selatan ke tingkat nasional," kata Siti dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).

Apresiasi untuk Peserta

Siti Fauziah juga memberikan apresiasi atas kerja keras luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta. Ia mengungkapkan bahwa ada peserta yang begadang demi tampil sempurna dan berharap menjadi juara. "Semoga menjadi juara. Tadi ada peserta yang waktu tidurnya hanya dua jam karena terus belajar dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Bahkan, ada yang sampai mengesampingkan pelajaran lainnya demi fokus menghadapi lomba ini. Alhamdulillah," paparnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia berharap kegiatan MPR ini tidak hanya sekadar perlombaan, melainkan agar nilai-nilai yang dipelajari benar-benar dipahami, dihayati, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. "Artinya, setelah ini tetap harus terus belajar, karena nantinya akan ada 37 provinsi lainnya yang sama-sama berlomba untuk memperebutkan gelar juara nasional," jelasnya.

Tantangan dan Babak Penyisihan

Seluruh peserta menghadapi tiga tantangan utama, yaitu Wawasan Empat Pilar (pertanyaan bergilir), Tematik (adu argumen pro-kontra), dan Rebutan (adu ketangkasan individual). Tiga babak penyisihan dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

  • Babak pertama dimenangkan oleh SMAN 7 Banjarmasin dengan poin 145, mengalahkan SMAN 2 Banjarbaru dengan 95 poin dan MAN 5 Banjar dengan 40 poin.
  • Babak penyisihan kedua dimenangkan oleh MAN 3 Tapin dengan 60 poin, mengalahkan MAS Al-Kautsar Satiung dengan 45 poin dan MAS Nurhidayah dengan 15 poin.
  • Babak penyisihan ketiga dimenangkan oleh MAN 2 Hulu Sungai dengan 140 poin, mengalahkan SMAN 1 Kandangan dengan 70 poin dan SMAN 2 Banjarmasin dengan 65 poin.

Dari tiga babak penyisihan tersebut, terkumpul tiga juara yang bertanding di babak final. SMAN 7 Banjarmasin berhasil meraih poin tertinggi sebesar 115 poin, mengungguli MAN 2 Hulu Sungai dengan 85 poin dan MAN 3 Tapin dengan 65 poin.

Dewan Juri

Para dewan juri yang menilai dalam LCC Empat Pilar 2026 di provinsi ini yaitu Plt. Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah, Inspektur Inspektorat Setjen MPR Anies Mayangsari Muninggar, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Rosando, Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setjen MPR Kartika Indriati Sekarsari, dan Muhammad Elmy sebagai juri daerah yang juga Lektor Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Pembentukan Karakter

Siswi SMAN 7 Banjarmasin, Diva Scania Aprillia, mengaku tidak mudah untuk berada di titik ini. Bersama timnya, ia harus membagi waktu antara pelajaran sekolah dan latihan intensif demi menghadapi persaingan ketat di tingkat provinsi. "Persiapannya cukup berat karena kami harus terus belajar materi Empat Pilar, menghafal, sekaligus melatih mental untuk menghadapi tekanan saat lomba berlangsung," kata Diva.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama masa persiapan, waktu istirahat sering kali berkurang karena fokus mendalami materi kebangsaan dan konstitusi. Namun, seluruh perjuangan tersebut akhirnya terbayar ketika timnya berhasil keluar sebagai pemenang dan memperoleh kesempatan mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sementara itu, guru pendamping SMAN 7 Banjarmasin, Sarida, mengatakan hal senada. Ia menyatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Menurutnya, para siswa menunjukkan semangat belajar, kedisiplinan, dan kerja sama yang luar biasa selama proses pembinaan. Sarida juga menilai ajang LCC Empat Pilar bukan hanya tentang perlombaan, melainkan juga sarana untuk membentuk karakter generasi muda agar lebih memahami nilai-nilai kebangsaan, konstitusi, dan kehidupan bernegara. Ia menekankan bahwa keberhasilan SMAN 7 Banjarmasin menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi untuk tampil maksimal pada kompetisi tingkat nasional mendatang. "Harapan kami, apa yang dipelajari tidak berhenti di lomba saja, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.