Jumlah Imigran di Uni Eropa Capai Rekor Tertinggi 64,2 Juta pada 2025
Imigran Uni Eropa Capai Rekor Tertinggi 64,2 Juta

Jumlah penduduk Uni Eropa yang lahir di luar negeri mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025, yaitu sebanyak 64,2 juta jiwa. Angka ini dirilis dalam laporan terbaru dari Pusat Penelitian dan Analisis Migrasi RFBerlin pada bulan ini.

Peningkatan Signifikan Sejak 2010

Dibandingkan dengan data tahun 2010 yang mencatat 40 juta imigran, jumlah ini terus berkembang. Pada tahun 2024 saja, pertumbuhan mencapai sekitar 2,1 juta jiwa. Laporan ini menganalisis data dari Eurostat dan Badan Pengungsi PBB.

Jerman Masih Menjadi Tujuan Utama

Jerman tetap menjadi negara dengan populasi imigran terbesar di Uni Eropa. Hampir 18 juta orang yang lahir di luar Jerman memilih tinggal di negara tersebut. Angka ini meningkat sekitar 70% dibandingkan satu dekade lalu yang hanya 10 juta jiwa. Sekitar 21,2% populasi Jerman terdiri dari imigran, dan 72% di antaranya berada dalam usia kerja. Antara tahun 2024 dan 2025, jumlah imigran di Jerman bertambah sekitar 300.000 jiwa atau naik 1,7%, lebih rendah dari rata-rata UE sebesar 3,4%. Jerman juga menampung jumlah pengungsi terbesar, yaitu 2,7 juta jiwa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Spanyol Negara dengan Pertumbuhan Tercepat

Spanyol mencatat pertumbuhan populasi imigran tercepat. Pada tahun 2024, populasi penduduk yang lahir di luar Spanyol bertambah 700.000 jiwa hingga mencapai 9,5 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 8%, lebih dari dua kali lipat rata-rata Uni Eropa.

Negara Kecil dengan Persentase Besar

Meskipun Jerman memimpin dalam jumlah absolut, beberapa negara kecil memiliki persentase imigran yang lebih besar. Luksemburg menduduki peringkat teratas dengan imigran mencapai 52% dari populasinya, jauh di atas rata-rata UE sekitar 14%. Disusul Malta (32%) dan Siprus (28%). Irlandia dan Austria mencatat porsi sekitar 23%. Sebaliknya, Lituania, Hongaria, dan Rumania memiliki porsi di bawah 10%, sementara Slovakia, Bulgaria, dan Polandia mencatat tingkat terendah di bawah 5%.

Jumlah Permohonan Suaka Menurun

Pada tahun 2025, total permohonan suaka di Uni Eropa mencapai 669.365, turun 26,6% dibandingkan tahun 2024. Spanyol, Italia, Prancis, dan Jerman menyumbang hampir 75% dari permohonan tersebut. Meskipun Jerman memiliki jumlah pengungsi besar, Siprus memiliki porsi pengungsi tertinggi yaitu 4,8% dari total penduduknya. Sementara itu, Jerman memiliki persentase pengungsi 3,2%, dan Italia hanya 0,5%.

Artikel ini diadaptasi dari laporan berbahasa Inggris oleh Deutsche Welle.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga