Gempa hari ini, Kamis (23/4/2026) kembali mengguncang Indonesia. Hingga pukul 21.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua kali lindu yang menggetarkan Bumi Pertiwi. Berikut rincian gempa tersebut.
Gempa Pertama di Buleleng, Bali
Gempa pertama terjadi pada pukul 04:34:44 WIB di wilayah Buleleng, Provinsi Bali. BMKG melaporkan gempa ini memiliki magnitudo 3,8 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di darat, sekitar 13 kilometer barat daya Buleleng, tepatnya pada koordinat 8,21 Lintang Selatan (LS) dan 115,02 Bujur Timur (BT). Guncangan dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan, artinya getaran nyata dirasakan seperti truk melintas.
Gempa Kedua di Larantuka, NTT
Gempa kedua terjadi pada pukul 10:48:21 WIB di wilayah Larantuka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). BMKG mencatat gempa ini juga berkekuatan magnitudo 3,8 dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 24 kilometer timur Larantuka, pada koordinat 8,37 LS dan 123,18 BT. Guncangan dirasakan pada skala MMI II-III di Flores Timur, yang berarti getaran ringan dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan bergoyang.
Apa Itu Gempa Bumi?
Gempa bumi adalah bencana alam yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi, yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Menurut WHO, gempa bumi dapat menyebabkan guncangan tanah, likuifaksi, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran, dan tsunami. Indonesia merupakan wilayah rawan gempa karena berada di pertemuan lempeng tektonik.
Tanggap Bencana Gempa Bumi
Meskipun tidak dapat dicegah, dampak gempa bumi dapat diminimalkan dengan kesiapsiagaan. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi.
Sebelum Terjadi Gempa
- Pastikan struktur bangunan tahan gempa dan aman dari bahaya longsor atau likuifaksi.
- Kenali lingkungan tempat tinggal atau bekerja, termasuk pintu darurat, tangga, dan tempat berlindung yang aman.
- Pelajari pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan cara menggunakan alat pemadam kebakaran.
- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi saat darurat.
- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk mencegah jatuh saat gempa.
- Simpan benda berat di bagian bawah dan bahan mudah terbakar di tempat aman.
- Matikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan.
- Siapkan perlengkapan darurat seperti kotak P3K, senter, radio, makanan, dan air.
Saat Terjadi Gempa
- Jika di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan di bawah meja atau tempat aman. Jika memungkinkan, segera keluar bangunan.
- Jika di luar, hindari bangunan, tiang listrik, dan pohon. Perhatikan rekahan tanah.
- Jika mengendarai mobil, keluar dan menjauh dari kendaraan untuk menghindari pergeseran atau kebakaran.
- Jika di pantai, segera menjauh untuk menghindari tsunami.
- Jika di pegunungan, hindari daerah rawan longsor.
Setelah Terjadi Gempa
- Keluar dari bangunan dengan tertib, gunakan tangga biasa, bukan lift.
- Periksa apakah ada yang terluka, berikan P3K, dan hubungi bantuan jika perlu.
- Periksa lingkungan sekitar terhadap kebakaran, kebocoran gas, atau korsleting listrik.
- Jangan memasuki bangunan yang rusak karena risiko reruntuhan.
- Dengarkan informasi resmi dari radio atau BMKG, jangan percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya.
- Isi angket kerusakan dari instansi terkait untuk pendataan.
- Tetap tenang dan berdoa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik, serta selalu mengikuti informasi resmi terkait gempa bumi.



