Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Tewaskan 1.000 Orang, 85% Lansia
Gelombang Panas Prancis Tewaskan 1.000 Orang, 85% Lansia

Badan kesehatan masyarakat Prancis (Sante Publique France) melaporkan lebih dari 1.000 kematian tambahan selama gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar Eropa barat. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (28/6/2026), badan tersebut mencatat bahwa sejak 24 Juni, terjadi sekitar 1.000 kematian di luar angka normal yang belum terkonsolidasi.

Lansia Paling Terdampak

Sebanyak 85 persen dari kematian tersebut adalah warga berusia 65 tahun ke atas. Daerah yang berada di bawah peringatan merah untuk gelombang panas mengalami dampak paling parah. Peningkatan kematian tertinggi terjadi pada orang yang meninggal di rumah, terutama di wilayah Ile-de-France yang mencakup Paris dan sekitarnya.

Seruan Solidaritas

Badan kesehatan mengingatkan pentingnya tindakan solidaritas terhadap warga yang terisolasi atau mengalami kesepian mendalam, termasuk di daerah perkotaan padat. "Pengamatan ini menjadi pengingat akan perlunya tindakan solidaritas terhadap orang-orang yang terisolasi atau mengalami kesepian yang mendalam, termasuk di daerah-daerah yang sangat urban," demikian pernyataan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pihak berwenang menekankan bahwa angka kematian masih bersifat sementara dan kemungkinan merupakan perkiraan yang kurang tepat. Suhu panas mulai mereda pada hari Minggu setelah beberapa hari suhu melampaui 40 derajat Celsius di banyak wilayah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga