Dua Perempuan Terkait ISIS Ditangkap di Australia, Didakwa Perbudakan
Dua Perempuan Terkait ISIS Ditangkap di Australia

Perempuan Terkait ISIS Ditangkap di Australia

Dua perempuan yang terkait dengan kelompok ISIS ditangkap di Melbourne, Australia, pada Kamis (07/05) malam setelah kembali dari Suriah. Mereka didakwa dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk perbudakan dan perdagangan budak. Seorang perempuan berusia 53 tahun, yang diidentifikasi sebagai Kawsar Abbas, didakwa dengan empat pelanggaran, termasuk terlibat dalam pembelian seorang budak perempuan seharga $10.000 dan menahannya di rumah.

Kesaksian Perempuan Yazidi

Seorang perempuan Yazidi yang selamat memberikan kesaksian kepada ABC Australia bahwa ia ditahan di rumah warga Australia terkait ISIS di Suriah. Ia mengonfirmasi telah diwawancarai oleh Kepolisian Federal Australia dan bersedia memberikan kesaksian dalam proses hukum. Empat perempuan dan sembilan anak terkait ISIS kembali ke Australia, dan dua di antaranya ditangkap atas tuduhan kejahatan kemanusiaan, sementara satu lagi ditahan atas pelanggaran terorisme.

Putusan Pengadilan AS Soal Tarif Trump

Pengadilan Perdagangan Internasional AS memutuskan menentang tarif universal 10 persen yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Panel hakim dengan perbandingan dua banding satu menyatakan bahwa pemerintahan Trump tidak memiliki dasar hukum untuk memberlakukan tarif tersebut berdasarkan undang-undang tahun 1970-an. Keputusan ini hanya berlaku untuk penggugat dalam kasus ini, sehingga tarif tetap berlaku untuk importir lain hingga akhir periode 150 hari.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Hukuman Mati Mantan Menteri Pertahanan China

Mantan menteri pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun atas tuduhan korupsi. Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa keduanya terlibat dalam praktik korupsi besar-besaran di militer. Pembersihan ini merupakan bagian dari kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping yang telah berlangsung sejak 2012, mencapai Pasukan Roket elit pada tahun 2023.

IOC Cabut Pembatasan Atlet Belarusia

Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut semua pembatasan terhadap atlet Belarusia, memungkinkan mereka kembali berkompetisi di ajang internasional, termasuk kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Sejak 2022, IOC merekomendasikan larangan partisipasi atlet Rusia dan Belarusia akibat invasi Rusia ke Ukraina, di mana Belarusia digunakan sebagai pangkalan. Kini, Dewan Eksekutif IOC tidak lagi merekomendasikan pembatasan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga