BMKG Buka Suara soal Dentuman Misterius di Kalimantan Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai kemunculan suara dentuman misterius yang mengguncang Kalimantan Tengah pada Selasa, 2 Juni 2026. Fenomena ini terjadi sekitar pukul 10.00 hingga 10.45 WIB dan terdengar jelas oleh warga di sejumlah daerah.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiyono, menyatakan bahwa dentuman tersebut bukanlah ledakan atau aktivitas manusia. Melainkan, fenomena alam yang terkait dengan aktivitas seismik. "Lokasi terdampak meliputi Kapuas (Panamas, Basarang, Sungai Pitung, Anjir Kalampan) dan Pulang Pisau (Tahai, Maliku, Pulang Pisau Kota)," ujar Sugiyono kepada Kompas.com pada hari yang sama.
Warga Merasakan Getaran
Banyak warga di wilayah tersebut melaporkan tidak hanya mendengar suara dentuman keras, tetapi juga merasakan getaran di dalam rumah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, BMKG memastikan bahwa dentuman ini tidak berpotensi menimbulkan bencana besar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Fenomena ini sudah kami analisis dan tidak berbahaya," tambah Sugiyono.
Analisis BMKG
Berdasarkan data dari jaringan seismograf, BMKG mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi kecil di sekitar lokasi. Dentuman yang terdengar kemungkinan besar disebabkan oleh gempa bumi dangkal dengan magnitudo kecil yang menghasilkan gelombang suara. "Getaran yang dirasakan warga sesuai dengan karakteristik gempa bumi dangkal," jelas Sugiyono.
BMKG terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika diperlukan. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.



