Bareskrim Tegas Tindak Oknum Polisi Terlibat Narkoba Tanpa Kompromi
Bareskrim Tindak Tegas Oknum Polisi Terlibat Narkoba

Bareskrim Polri kembali menunjukkan komitmennya yang tanpa kompromi dalam memberantas narkoba, tanpa memandang siapa pun pelakunya. Hal ini termasuk oknum di internal kepolisian yang terlibat dalam kasus narkoba.

Komitmen Pimpinan Polri

Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menegaskan bahwa pimpinan Polri tidak akan ragu untuk menindak tegas setiap anggota yang terlibat dalam tindak pidana narkoba. "Perintah Kapolri sangat jelas dan tegas, jika ada anggota yang berani bermain-main dengan narkoba akan ditindak tegas," ujar Syahardiantono pada Selasa (19/5/2026).

Penindakan Tanpa Pandang Bulu

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa penindakan terhadap sejumlah oknum polisi yang terlibat narkoba adalah bukti keseriusan Polri dalam penegakan hukum. "Tidak ada yang kebal hukum, semua sama di hadapan hukum," tegasnya. Ia memastikan proses hukum terhadap oknum polisi di Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Samarinda akan berjalan paralel dengan dua instrumen hukum yang berat. Mereka yang terbukti bersalah akan dikenakan sanksi kode etik profesi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sanksi Ganda dan Transparansi

Brigjen Eko Hadi menambahkan bahwa oknum yang terbukti terlibat narkoba akan di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). "Sanksinya sudah jelas, yang terbukti terlibat narkoba akan di-PTDH," ujarnya. Ia memastikan penyidikan berjalan profesional dan transparan, serta para oknum yang ditahan mendapat perlakuan sama dengan tahanan lainnya. "Saya pastikan prosesnya transparan. Kami terapkan sanksi ganda. Setelah PTDH, mereka harus menghadapi peradilan umum sebagai warga sipil biasa. Tidak ada fasilitas khusus, justru status mereka sebagai mantan aparat akan menjadi faktor pemberat di pengadilan," tegasnya.

Mengembalikan Kepercayaan Publik

Eko Hadi menyampaikan bahwa langkah tegas ini merupakan wujud kehadiran Polri sebagai penegak hukum dan untuk mengembalikan kepercayaan publik. "Pembersihan internal ini adalah modal utama kami untuk mendapatkan kembali kepercayaan penuh dari masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa personel yang turun ke lapangan melakukan penangkapan adalah mereka yang benar-benar bersih dan berintegritas," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga