Amerika Serikat (AS) menangguhkan serangan terhadap Iran, karena upaya diplomasi sedang berlangsung di balik layar saat ini untuk meredakan ketegangan yang kembali meningkat.
Kronologi Serangan dan Penghentian
Washington dan Teheran kembali saling serang sejak Selasa (7/7) dan berlanjut hingga Kamis (9/7) waktu setempat. Kedua negara saling melontarkan tuduhan melanggar kesepakatan gencatan senjata. Presiden Donald Trump bahkan mengumumkan bahwa gencatan senjata itu telah berakhir.
Menurut laporan media terkemuka AS, CNN, yang mengutip sejumlah pejabat Washington, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Jumat (10/7/2026), AS dengan sengaja melancarkan serangan dan menghentikannya untuk sementara guna menghindari eskalasi lebih lanjut.
Ruang bagi Diplomasi
Penghentian serangan itu, menurut sumber pejabat AS yang dikutip CNN, juga dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi diplomasi untuk berproses. Kendati demikian, imbuh sumber pejabat AS itu, Washington tetap memegang daftar target serangan sebagai alat tawar-menawar dengan Teheran.
Sejumlah pejabat AS dilaporkan mengatakan bahwa ada persiapan untuk potensi serangan terbaru AS, jika memang diperlukan malam ini. Namun, menurut pejabat-pejabat AS tersebut, otoritas Washington saat ini memprioritaskan jalur diplomasi.
Persiapan Militer di Kapal Induk
Sebelumnya pada Jumat (10/7), di atas kapal induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab, para awak penerbangan dilaporkan telah melengkapi jet-jet tempur dengan persenjataan. Sementara para pilot menjalani latihan untuk bersiap menghadapi kemungkinan misi serangan terbaru. Komandan kapal induk AS tersebut dilaporkan telah memberitahu ribuan pelaut yang ada di atas kapal itu mengenai meningkatnya ketegangan di kawasan, dan menekankan pentingnya untuk tetap siaga, sesuai dengan prosedur standar.
Bersamaan dengan persiapan untuk potensi serangan, para pilot jet tempur AS terus menjalankan operasi pertahanan rutin, dengan meluncurkan penerbangan operasional, baik pada siang hari maupun malam hari.
Klaim Iran dan Respons AS
Terlepas dari itu, para pejabat AS menyatakan bahwa klaim-klaim Iran soal adanya serangan tambahan AS pada malam hari adalah tidak akurat. Namun, menurut para pejabat AS itu, situasi bersifat dinamis dan serangan dapat kembali dilanjutkan, jika diperlukan.



