Sedikitnya 15 orang tewas akibat tanah longsor di Filipina yang dipicu oleh hujan lebat dari Topan Bavi. Sementara itu, di Taiwan, lebih dari 2.000 orang dievakuasi dari rumah mereka saat topan terdahsyat dalam beberapa dekade mendekati wilayah tersebut pada Jumat (10/7/2026).
Tanah Longsor di Filipina
Otoritas Filipina melaporkan bahwa dua tanah longsor yang dipicu hujan deras akibat Topan Bavi menewaskan sedikitnya 15 orang dan menyebabkan enam orang lainnya hilang di Pulau Mindanao, Filipina selatan. Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana yang dipicu oleh topan kuat tersebut.
Evakuasi Massal di Taiwan
Di Taiwan, lebih dari 2.000 warga dievakuasi dari rumah mereka di wilayah utara dan timur. Kota pelabuhan Keelung diperkirakan menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak. Warga setempat telah menimbun makanan, menempelkan lakban di jendela, dan menumpuk karung pasir di sepanjang toko sebagai langkah antisipasi.
"Mereka mengatakan ini akan sangat besar; tentu saja itu menakutkan, bukan?" ujar pemilik toko kelontong di Keelung, Chang Shih-huo, seperti dikutip AFP. "Kami telah menimbun beberapa mi instan, roti, dan barang-barang sejenisnya. Begitu angin dan hujan mulai meningkat, kami harus menutup toko," imbuhnya.
Dampak Topan Bavi
Topan Bavi diperkirakan akan menghantam Taiwan bagian utara dan timur serta pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang pada Jumat dan Sabtu, sebelum menerjang China yang telah dilanda badai mematikan minggu ini. Menurut Badan Meteorologi Pusat (CWA), dampak terbesar diperkirakan terjadi di Taipei, New Taipei, Keelung, dan Yilan, dengan curah hujan terberat di daerah pegunungan Taiwan tengah dan utara.
Radius angin kencang Bavi mencapai 380 kilometer, menjadikannya topan terbesar yang melanda Taiwan dalam lebih dari 30 tahun. Banyak sekolah dan tempat usaha tutup pada Jumat di seluruh Taiwan utara dan timur, dan ratusan penerbangan dibatalkan.



