AS Kembali Serang Iran di Bandar Abbas, Target Rudal dan Kapal Ranjau
AS Serang Iran Lagi, Target Rudal dan Kapal Ranjau

AS Melancarkan Serangan Baru di Iran Selatan

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah melancarkan serangan baru di Iran selatan, menargetkan lokasi rudal Iran dan kapal-kapal yang diduga berusaha memasang ranjau. Komando Pusat AS menyatakan serangan ini dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri untuk melindungi pasukan mereka dari ancaman pasukan Iran.

Lokasi Serangan: Bandar Abbas

Serangan tersebut menargetkan wilayah dekat Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan di selatan Iran yang juga merupakan pangkalan angkatan laut di Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di daerah tersebut dan pejabat setempat sedang melakukan penyelidikan. Hingga kini, Iran belum memberikan tanggapan resmi.

Perundingan Damai Masih Berlangsung

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa kesepakatan damai masih mungkin dicapai, meskipun proses perundingan masih memakan waktu. Rubio menambahkan bahwa Presiden Donald Trump menginginkan kesepakatan yang baik atau tidak sama sekali. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqai, mengakui adanya kemajuan dalam perundingan, tetapi menegaskan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik belum dalam waktu dekat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Isu Utama dalam Perundingan

Nota kesepahaman yang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran. Intelijen AS meyakini bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang terluka dalam serangan Israel, bersembunyi di lokasi yang tidak diketahui, sehingga memperlambat komunikasi dengan para utusannya.

Gencatan Senjata Sejak 8 April

Pasukan AS dan Iran telah mematuhi gencatan senjata sejak 8 April. Iran tetap mengendalikan jalur pelayaran di Selat Hormuz, sementara Angkatan Laut AS berupaya memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Konflik ini dipicu oleh serangan besar AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang menyebabkan Iran menutup Selat Hormuz dan memicu lonjakan harga minyak dunia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga