AS Cegat Kapal Tanker Iran, Perintahkan Putar Balik di Tengah Ketegangan
AS Cegat Kapal Tanker Iran, Perintahkan Putar Balik

Marinir Amerika Serikat mencegat sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran di perairan internasional, kemudian melepaskannya setelah memerintahkan awak kapal untuk mengubah haluan. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Detail Insiden

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengkonfirmasi bahwa pasukan Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 menaiki kapal M/T Celestial Sea pada Rabu, 20 Mei 2026 waktu setempat. Kapal tersebut diduga mencoba melanggar blokade yang diberlakukan AS bulan lalu. CENTCOM menyatakan bahwa militer AS telah mengalihkan 91 kapal sejauh ini untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade.

Menurut pernyataan CENTCOM, kapal tanker minyak itu sedang transit menuju pelabuhan Iran. Pasukan Amerika melakukan penggeledahan dan kemudian mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan. Kapal tersebut akhirnya dilepaskan setelah perintah dipatuhi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ketegangan AS-Iran

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran masih memanas. Kedua negara belum mencapai kesepakatan damai dan terus saling melontarkan ancaman. Israel, sekutu utama AS di kawasan, telah menyatakan kesiapannya menghadapi potensi perang.

Kepala Angkatan Darat Israel, Letnan Kolonel Eyal Zamir, mengatakan bahwa militer Israel berada pada tingkat siaga tertinggi. “Saat ini, IDF berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan,” ujarnya dalam pertemuan dengan seluruh komandan divisi.

Ancaman Garda Revolusi Iran

Garda Revolusi Islam Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa perang Timur Tengah akan meluas keluar kawasan jika AS dan Israel melanjutkan serangan terhadap Iran. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs Sepah News, Garda Revolusi menyatakan, “Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda.”

Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington dapat menyerang Iran lagi jika tidak ada kesepakatan dalam beberapa hari mendatang. Kedua pihak telah meningkatkan ancaman sambil bertukar proposal untuk mengakhiri perang yang meletus sejak 28 Februari. Gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April.

Insiden terbaru ini menambah ketegangan di kawasan, dengan Selat Hormuz menjadi titik rawan konflik. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait insiden pencegatkan kapal tanker tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga