AS Bombardir Iran 5 Malam Berturut-turut, Ledakan di Bandar Abbas
AS Bombardir Iran 5 Malam Berturut-turut, Ledakan di Bandar Abbas

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukan mereka melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam kelima berturut-turut. Serangan ini bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran.

Dalam pernyataannya pada Jumat (17/7/2026), CENTCOM mengatakan, "Pada pukul 14.00 zona waktu timur hari ini, pasukan AS mulai melakukan gelombang serangan baru terhadap Iran untuk malam kelima berturut-turut untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran." Pernyataan ini dikutip oleh Anadolu Agency.

Ledakan di Bandar Abbas

Sementara itu, stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan bahwa tiga ledakan terdengar di sebelah barat kota Bandar Abbas, yang terletak di Iran selatan, pada malam yang sama. Stasiun penyiaran tersebut mengatakan penyebab ledakan belum diketahui secara pasti. Namun, kantor berita Mehr mengklaim bahwa rudal AS menghantam kota tersebut, meskipun belum ada rincian mengenai korban luka atau kerusakan yang disampaikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ketegangan Meningkat Terkait Selat Hormuz

Ketegangan antara AS dan Iran baru-baru ini meningkat tajam terkait Selat Hormuz. Kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, sebelumnya menjelaskan bahwa alasan serangan AS adalah karena Iran melanggar nota kesepahaman yang telah disepakati.

"Secara spesifik, dalam nota kesepahaman yang mereka tandatangani, mereka dilarang menembak kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz, dan sayangnya, mereka telah membuat keputusan tragis untuk melakukan hal itu," kata Leavitt.

Blokade Angkatan Laut dan Tuduhan Kejahatan Perang

AS mengumumkan pada Selasa (14/7) bahwa mereka melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang melintas ke atau dari pelabuhan dan daerah pesisir Iran. Langkah ini semakin memperburuk hubungan kedua negara.

Iran menuduh AS pada Kamis (16/7) melakukan "kejahatan perang" dengan menargetkan infrastruktur sipil dalam serangan tersebut. Teheran menyatakan bahwa serangan AS melanggar hukum internasional dan Piagam PBB. Tuduhan ini muncul setelah AS melancarkan serangan beruntun yang menghantam pulau-pulau di dekat Selat Hormuz.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai jumlah korban atau kerusakan akibat serangan terbaru. Konflik yang terus berlangsung ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga