5 Fakta Blackout Sumatera: Bukan Sabotase, Ini Dugaan Penyebabnya
5 Fakta Blackout Sumatera: Bukan Sabotase, Ini Penyebabnya

Jakarta - Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) terus melakukan investigasi mendalam terkait pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera beberapa hari lalu. Hasil sementara menunjukkan bahwa tidak ada indikasi sabotase dalam peristiwa tersebut.

Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Irjen Nunung Syaifuddin menyampaikan langsung hasil investigasi awal dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026). Berikut rangkuman fakta-fakta yang diungkap:

1. Tidak Ada Sabotase

Irjen Nunung Syaifuddin memastikan bahwa tidak ditemukan unsur sabotase atau kesengajaan dalam insiden blackout tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca ekstrem yang melanda Sumatera.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrim yang menyebabkan gangguan sistem kelistrikan," ujar Nunung.

2. Kabel Putus Tidak Rapi, Bukan Guntingan

Alasan utama Bareskrim menyimpulkan tidak ada sabotase adalah karena kondisi kabel yang putus. Menurut Nunung, potongan kabel yang ditemukan tidak rapi dan berbentuk serabut, bukan hasil guntingan alat.

"Kenapa kami bisa pastikan kalau ini bukan sabotase, karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat berbentuk serabut. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi (bekas potongan alat)," tegasnya.

3. Tiga Dugaan Penyebab Teknis

Tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Tower 175 dan 176 jaringan transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Di lokasi tersebut ditemukan kabel transmisi saluran udara tegangan ekstra-tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh dalam kondisi putus.

Nunung menyebutkan tiga kemungkinan penyebab teknis yang sedang didalami Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri:

  • Faktor mekanik: gesekan pada kabel akibat pengaruh angin.
  • Faktor panas: sambungan longgar yang menimbulkan rongga dan menyebabkan overheating.
  • Faktor tarikan atau goyangan: akibat cuaca ekstrem.

Potongan kabel telah diamankan untuk analisis lebih lanjut. Nunung juga menyatakan bahwa kondisi kelistrikan di Sumatera telah pulih 100 persen.

4. Fenomena Power Swing Jadi Pemicu Utama

Direktur Transmisi PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra membeberkan kronologi blackout. Ia menjelaskan bahwa fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi menjadi pemicu utama ambruknya sistem interkoneksi.

"Kami dari PT PLN Persero menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, terutama kepada masyarakat di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh," kata Edwin.

Gangguan bermula saat cuaca ekstrem melanda Jambi. Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan dua sirkuit transmisi 275 kV New Aur Duri trip, sehingga jalur 500 kV di bagian timur keluar dari sistem. Aliran listrik kemudian berpindah secara mendadak ke jalur barat (275 kV), memicu power swing.

"Perpindahan arus tersebut menyebabkan fenomena yang kami sebut power swing, atau osilasi. Tegangan dan frekuensi berosilasi sangat tinggi. Ketika osilasi mencapai titik tertentu, jalur barat juga perlu mengisolasi diri agar gangguan tidak meluas. Akhirnya, di jalur Muara Bungo ke Sungai Rumbai, dua sirkuit juga trip," jelas Edwin.

5. Defisit Pembangkit di Utara Sumatera

Edwin menerangkan bahwa terpisahnya jalur menyebabkan sistem Sumatera terbelah dua. Wilayah selatan (Lampung dan Palembang) tetap normal karena pasokan pembangkit cukup. Namun wilayah utara (Jambi hingga Aceh) mengalami defisit pembangkit yang parah.

"Apa yang terjadi di daerah utara adalah kekurangan dari pembangkit, frekuensinya rendah. Karena frekuensi rendah, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan, kemudian trip, lalu terjadi domino effect. Akhirnya pembangkit di bagian utara trip semua, sehingga pelanggan di Jambi, Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman," papar Edwin.

Sebagai langkah antisipasi, PLN akan memperketat pengawasan infrastruktur transmisi, termasuk melakukan inspeksi ganda dengan infrared untuk mendeteksi sambungan kabel yang panas berlebih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga