2 Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, WNI Aman
2 Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, WNI Aman

Dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat, dengan magnitudo 7,2 dan 7,5, menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Gempa pertama terjadi pukul 18:04 waktu setempat dan berpusat di dekat Kota San Felipe, sekitar 280 km di barat Ibu Kota Caracas. Sesaat kemudian, gempa susulan yang lebih kuat berkekuatan magnitudo 7,5 melanda, dengan pusat gempa di dekat kawasan Yumare, sedikit lebih ke utara dari gempa pertama.

Kerusakan Parah dan Risiko Korban Jiwa

Skala kerusakan belum diketahui secara pasti, namun laporan warga dan foto-foto dari Caracas serta La Guaira menunjukkan sejumlah gedung runtuh. USGS memperkirakan ada 44% kemungkinan jumlah korban jiwa melebihi 10.000 orang. "Bencana ini kemungkinan meluas," kata USGS, seraya memperingatkan gempa susulan dengan guncangan kuat serta risiko tanah longsor dan likuifaksi.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengonfirmasi dalam siaran televisi pemerintah bahwa sejumlah rumah dan gedung runtuh. "Semua badan keamanan dan bantuan, perlindungan sipil, relawan, pemadam kebakaran, polisi telah dikerahkan," ujarnya. Cabello mendesak warga di daerah terdampak untuk meninggalkan bangunan. Video di media sosial memperlihatkan puluhan orang berteriak dan berlari di Bandara Internasional Maiqueta saat terjadi kerusakan signifikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

WNI Aman dan Langkah Pencegahan

Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Caracas memastikan seluruh WNI yang terdata di Venezuela, yaitu tiga orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat. "Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti dan seluruh staf dalam keadaan selamat," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah. KBRI Caracas telah membuka jalur komunikasi darurat untuk memantau perkembangan situasi.

Layanan gas alam yang memasok ribuan rumah di kota-kota Venezuela dihentikan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kecelakaan, kata Menteri Cabello. Listrik dan sinyal internet terputus di beberapa bagian kota. Gempa terjadi pada hari libur nasional Venezuela, 24 Juni, yang memperingati Pertempuran Carabobo 1821, sehingga lebih banyak orang berada di rumah.

Saksi Mata: Gempa Terkuat Seumur Hidup

Jurnalis dan kontributor BBC Mundo, Nicole Koster, merasakan gempa di lantai 7 apartemennya di pusat Caracas. "Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya rasakan seumur hidup. Saya melihat jendela-jendela besar bergerak. Yang terpikir oleh saya adalah berdiri di antara pintu masuk dan dinding batu untuk melindungi diri. Guncangannya begitu kuat hingga saya pikir bangunan itu akan runtuh menimpa saya," katanya. Ia mendengar suara orang-orang meminta pertolongan di antara reruntuhan.

Maria Elise, warga di pusat Caracas, mengatakan: "Beberapa dinding apartemen kami retak. Ada tiang listrik yang tumbang, kami tidak memiliki listrik, tidak ada sinyal." Seorang perempuan berusia 80 tahun di selatan Caracas mengatakan kepada Reuters: "Bangunan tempat tinggal saya bergoyang. Polisi membantu saya turun karena saya tidak bisa."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga