Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 14.237 personel gabungan untuk mengawal aksi penyampaian pendapat saat Hari Kebangkitan Nasional 2026, Rabu (20/5/2026). Pengamanan disebar di sejumlah titik rawan unjuk rasa di Jakarta.
Personel Gabungan Dikerahkan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan personel disiagakan di beberapa lokasi strategis, antara lain DPR/MPR RI, Monas, Kejaksaan Agung, Gedung Pelni, Bawaslu RI, hingga Tugu Proklamasi. "Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mempersiapkan kegiatan masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum, termasuk terkait situasi arus lalu lintas," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Sebanyak 14.237 personel tersebut terdiri dari 12.263 anggota Polri, 500 personel TNI, 74 personel pemda, 400 Pamdal DPR/MPR RI, serta 1.000 Sabuk Kamtibmas dan Potmas. Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kelancaran dalam penyampaian aspirasi oleh berbagai elemen masyarakat.
Rekayasa Lalu Lintas Situasional
Budi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Namun, pemberlakuannya bersifat situasional, tergantung kondisi massa di lapangan. "Kehadiran personel di lapangan untuk memberikan rasa aman dan kelancaran dalam penyampaian aspirasi oleh saudara-saudara kita dari beberapa elemen masyarakat," ucapnya.
Ia meminta peserta aksi untuk menjaga fasilitas umum dan menghormati aparat pengamanan saat menyampaikan aspirasi. "Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat karena merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta saling menghormati dengan petugas TNI-Polri di lapangan," tandas Budi.



