Komnas HAM mencatat setidaknya 11 orang tewas dalam serangkaian demonstrasi yang berujung kerusuhan di berbagai daerah Indonesia pada akhir Agustus hingga awal September 2025. Laporan Tim Pencari Fakta dan hasil liputan media menunjukkan adanya eskalasi yang terstruktur, pengerahan massa, serta operasi yang tumpang tindih. Namun, polisi dan aparat keamanan belum mengungkap secara jelas pihak yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Kronologi Kerusuhan
Demonstrasi yang awalnya berjalan damai di sejumlah kota besar berubah menjadi kerusuhan setelah terjadi bentrokan antara massa dan aparat. Kerusuhan meluas ke beberapa daerah, mengakibatkan korban jiwa dan kerugian materi. Komnas HAM mendesak pemerintah untuk menyelidiki secara transparan insiden ini dan mengungkap pihak-pihak yang memicu eskalasi kekerasan.
Temuan Tim Pencari Fakta
Tim Pencari Fakta menemukan bukti adanya koordinasi sistematis dalam pengerahan massa dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat. Operasi yang tumpang tindih antara kepolisian dan satuan keamanan lainnya memperburuk situasi. Komnas HAM menekankan pentingnya akuntabilitas dan kejelasan rantai komando dalam setiap operasi keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan internal untuk mengidentifikasi pelaku kekerasan. Komnas HAM berharap proses hukum berjalan adil dan transparan demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.



