Seskab Teddy Jawab Isu Reshuffle Kabinet, Minta Publik Tunggu Pernyataan Presiden
Seskab Teddy Jawab Isu Reshuffle Kabinet Prabowo

Seskab Teddy Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet, Serahkan Keputusan ke Presiden Prabowo

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan terkait isu perombakan kabinet atau reshuffle yang belakangan mencuat di publik. Dalam pernyataannya, Teddy tidak menjelaskan secara rinci mengenai kebenaran isu tersebut, melainkan menekankan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif penuh Presiden Prabowo Subianto.

Publik Diminta Bersabar dan Menunggu

Teddy dengan tegas meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari presiden. "Tunggu saja," ujarnya kepada awak media pada Selasa, 7 April 2026. Soal waktu pelaksanaan yang diisukan terjadi pada bulan ini, Seskab mengaku belum bisa memastikan dan menegaskan bahwa Presiden Prabowo yang akan menyampaikan informasi tersebut secara langsung.

"Nanti Bapak Presiden yang menceritakan," kata Teddy dengan singkat. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa keputusan akhir mengenai reshuffle kabinet sepenuhnya berada di tangan presiden, dan tidak ada pihak lain yang berwenang memberikan konfirmasi sebelumnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mensesneg Pernah Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Jelang Lebaran

Isu reshuffle kabinet sebenarnya bukan kali pertama muncul. Menjelang Idulfitri sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak berencana melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Saat itu, pemerintah lebih fokus pada penyelenggaraan ibadah puasa dan Lebaran yang lancar bagi masyarakat.

"Enggak ada reshuffle, enggak ada. Kita menjelang bulan suci Ramadan, menjelang Lebaran kan, sebagaimana yang tadi baru saja diumumkan (pemberian stimulus ekonomi)," jelas Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Presiden Prabowo Tidak Segan Lakukan Reshuffle untuk Menteri Nakal

Meski isu reshuffle kali ini belum dikonfirmasi, Presiden Prabowo Subianto dikenal tidak segan mengganti anggota kabinet yang dinilai tidak bekerja dengan baik. Dalam sebuah orasi di Universitas Kebangsaan RI, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu, 18 Oktober 2025, presiden menyatakan akan memberikan peringatan hingga tiga kali kepada menteri yang nakal sebelum akhirnya melakukan reshuffle.

"Anak buah saya hebat-hebat ya, kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih, masih nakal, masih enggak mau dengar. Dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle. Harus diganti," tegas Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa reshuffle kabinet bukan hal yang tabu bagi pemerintahan saat ini, asalkan didasarkan pada evaluasi kinerja yang objektif.

Dengan demikian, meski isu reshuffle kabinet terus bergulir, publik diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Semua keputusan terkait perombakan kabinet akan disampaikan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto ketika waktu yang tepat tiba.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga