Jakarta - Abdul Kadir Karding kembali masuk Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, menggantikan Sahat M. Panggabean. Karding mendapat amanah untuk memastikan tidak ada penyakit yang terbawa pada hewan atau tumbuhan yang masuk dari luar negeri ke Indonesia.
Tugas Baru Karding
Dalam jumpa pers singkat di Istana Negara, Senin (27/4/2026), Karding menjelaskan bahwa Badan Karantina Indonesia adalah lembaga baru yang dibangun untuk mencegah masuknya penyakit yang terbawa oleh hewan dan tumbuhan dari luar negeri. "Badan ini lembaga baru yang diharapkan, dibangun untuk memastikan supaya penyakit-penyakit yang terikut atau carrier dalam hewan dan tumbuhan terutama dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, agar tidak masuk ke Indonesia," ujarnya.
Selain itu, Karding juga akan melakukan pengawasan dan pengetatan dalam proses ekspor impor. Namun, ia menekankan bahwa pengawasan tersebut tidak boleh mengganggu proses yang berjalan. "Tetapi poinnya, tidak mengganggu proses-proses ekspor impor yang berjalan. Jadi jangan sampai pengawasan terlalu ketat lalu proses impor ekspor itu melambat dan berpengaruh pada perekonomian kita," tambahnya.
Koordinasi dengan Kementerian Terkait
Setelah pelantikan, Karding dan jajarannya akan segera berkoordinasi dengan kementerian terkait, seperti Menteri Koordinator Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Bea Cukai. "Pertama Menko Pangan, Kementerian KKP, Pertanian, Imipas dan Bea Cukai, sambil meneruskan langkah-langkah yang sudah dilakukan kepala badan sebelum saya, sambil membenahi yang lain," jelasnya.
Latar Belakang Pencopotan dari Menteri P2MI
Pada September 2025, Karding dicopot dari jabatan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Jabatannya digantikan politikus Golkar Mukhtarudin. Pencopotan ini terjadi setelah kontroversi foto dirinya bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bermain domino dengan tersangka pembalakan liar, Azis Wellang. Karding kemudian memberikan klarifikasi, menyebut momen tersebut hanya silaturahmi biasa. Sebagai Sekretaris Jenderal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), ia mengatakan bahwa bermain domino merupakan bagian dari budaya KKSS dan tidak ada unsur politis maupun pembahasan ilegal saat itu. "Biasanya, dalam pertemuan KKSS juga diisi dengan aktivitas bermain domino sebagai bagian dari budaya Sulawesi Selatan," kata dia dalam keterangannya, Minggu, 7 September 2025.



