Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon jemaah haji ilegal atau non-prosedural. Mereka menggunakan modus visa kerja atau iqomah agar dapat masuk ke Arab Saudi.
Penundaan Keberangkatan oleh Imigrasi
Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Perdhana, mengatakan bahwa penundaan ini dilakukan karena pihaknya mencurigai adanya upaya sejumlah orang untuk melaksanakan ibadah haji secara ilegal.
"Berbicara haji non-prosedural sebagaimana mungkin juga tersampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah, bahwa haji harus menggunakan visa haji dan terdaftar. Saat ini khusus di Soekarno-Hatta, kami telah melakukan penundaan keberangkatan sejumlah 89 orang," ujar Galih kepada wartawan di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (17/5/2026).
Modus yang Digunakan
Galih menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya juga telah menunda keberangkatan 32 orang. Mereka menggunakan berbagai alasan untuk mencapai Saudi demi ibadah haji. "Yang terakhir dua hari yang lalu itu 32 orang. Modusnya bermacam-macam, tetapi umumnya menggunakan visa kerja ataupun iqomah, yang mana mungkin untuk memberikan kesan bahwa mereka telah tinggal di sana. Namun pada akhirnya tujuan utamanya adalah haji," jelasnya.
Pengawasan Satuan Tugas Gabungan
Pengawasan terhadap calon jemaah haji ilegal dilakukan oleh satuan tugas gabungan yang melibatkan Imigrasi, Polresta Bandara Soekarno-Hatta, serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Galih berharap cara ini dapat menyaring siapa saja yang akan berangkat haji secara ilegal.
"Dengan adanya Satgas, dengan bantuan Polresta Bandara dan juga dari KemenHaji dan Umrah, kita tergabung dalam Satgas. Saat ini untuk Soekarno-Hatta sendiri telah melakukan penundaan keberangkatan sejumlah 89 orang. Harapannya ini juga memberikan optimalisasi dalam filter," ucapnya.
Rute Keberangkatan Ilegal
Galih menyebut bahwa calon jemaah haji ilegal biasanya terbang menggunakan pesawat komersial. Proses keberangkatan sering ditemukan di Terminal 2 dan 3. "Jadi menggunakan flight biasa, flight komersil di T2 ataupun T3. Entah dia wisata dulu, ke Korea, ke Malaysia, habis itu ke tempat kerja. Nanti dari situ dia baru apply visa," katanya.



