Wali Kota New York Kutuk Serangan Trump ke Iran: Rakyat AS Ingin Perdamaian, Bukan Perang
Walkot New York Kutuk Serangan Trump ke Iran: Rakyat AS Ingin Damai

Wali Kota New York Kutuk Keras Serangan Trump ke Iran

Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dengan tegas mengutuk langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memerintahkan serangan militer terhadap Iran. Dalam pernyataan kerasnya, Mamdani menyebut tindakan tersebut sebagai tindakan ilegal dan menegaskan bahwa warga Amerika Serikat sama sekali tidak menginginkan perang untuk mengganti rezim di negara lain.

Eskalasi Bencana dan Suara Rakyat

"Serangan militer hari ini oleh Amerika Serikat dan Israel menandai eskalasi bencana dalam tindakan perang agresi ilegal," tegas Mamdani dalam sebuah acara publik di Brooklyn, seperti dilaporkan oleh Politico pada Minggu (1/3/2026).

Dia melanjutkan dengan penekanan pada keinginan mendasar rakyat Amerika. "Membom kota-kota, membunuh warga sipil, membuka medan perang baru, rakyat Amerika tidak menginginkan ini. Rakyat Amerika tidak menginginkan perang lain dalam upaya perubahan rezim. Kami menginginkan solusi untuk krisis keterjangkauan perumahan. Kami menginginkan perdamaian," ujarnya dengan penuh semangat.

Dinamika Hubungan yang Rumit dengan Gedung Putih

Kecaman keras ini muncul hanya beberapa hari setelah pertemuan yang dianggap 'produktif' antara Mamdani dan Trump di Gedung Putih pada Kamis sebelumnya. Dalam pertemuan itu, mereka membahas pembangunan perumahan di New York City, dengan Mamdani menyatakan harapan untuk terus bekerja sama dengan presiden.

Perbedaan sikap yang mencolok ini—dari nada ramah menjadi kecaman tajam—menyoroti kompleksitas upaya Mamdani dalam menyeimbangkan berbagai kepentingan. Dia berusaha untuk tetap bekerja sama dengan Trump sebagai pemimpin negara, sambil tidak terlalu terikat dengan figur yang sangat dibenci oleh basis pendukung politiknya di New York, yang mayoritas berpihak pada Partai Demokrat.

Mengritik Trump dalam isu apa pun selalu membawa risiko memicu kemarahan presiden yang dikenal mudah berubah-ubah ini. Namun, sejauh ini, Trump tampak menahan diri untuk tidak menerapkan tindakan keras seperti pengerahan massal ICE atau pemotongan dana federal terhadap New York, berbeda dengan kota-kota lain yang dikuasai Demokrat.

Jaminan Keamanan bagi Warga Iran di New York

Di tengah ketegangan geopolitik ini, Mamdani juga mengambil langkah proaktif untuk menjamin keamanan semua warga New York, termasuk komunitas keturunan Iran. Dia mengaku telah menghubungi kepolisian setempat untuk meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang dianggap sensitif.

"Saya ingin berbicara langsung kepada warga New York keturunan Iran: Anda adalah bagian dari tatanan kota ini. Anda adalah tetangga kami, pemilik usaha kecil, mahasiswa, seniman, pekerja, dan pemimpin komunitas. Anda akan aman di sini," tegas Mamdani melalui situs resmi pemerintah kota, menyampaikan pesan solidaritas dan perlindungan.

Latar Belakang Ketegangan Politik

Ketegangan antara Mamdani dan Trump bukanlah hal baru. Selama kampanye pemilihan walikota, Trump kerap menyerang Mamdani karena pendiriannya yang kritis terhadap kebijakan luar negeri AS, termasuk isyarat Mamdani yang menyatakan akan berupaya menangkap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu jika datang ke New York.

Pernyataan kecaman Mamdani pada Sabtu (28/2) disampaikan lebih dari sembilan jam setelah Trump mengumumkan dalam pernyataan video sebelum subuh bahwa AS telah memulai 'operasi tempur besar-besaran' di Iran. Situasi ini semakin mempertajam perbedaan pandangan antara pemerintah federal dan otoritas kota dalam menanggapi konflik internasional.

Dinamika ini menunjukkan bagaimana pemimpin lokal seperti Mamdani harus berjalan di atas tali yang sangat tipis, antara menyuarakan prinsip perdamaian dan keadilan yang dipegang teguh oleh konstituennya, sambil menjaga hubungan kerja yang diperlukan dengan administrasi presiden untuk kepentingan pembangunan dan keamanan kota.