Wamen HAM Mugiyanto Soroti Pendidikan Perempuan dalam Refleksi Hari Kartini
Wamen HAM Soroti Pendidikan Perempuan di Hari Kartini

Wamen HAM Mugiyanto Soroti Pendidikan Perempuan dalam Refleksi Hari Kartini

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto menghadiri peringatan Hari Kartini ke-147 di Pendopo Kartini, Jepara, Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026). Dalam acara tersebut, Mugiyanto menyampaikan refleksi mendalam tentang peran penting pendidikan bagi perempuan Indonesia, mengacu pada perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Pendidikan sebagai Jalan Menuju Kesetaraan

Mugiyanto menegaskan bahwa akses pendidikan menjadi salah satu hal utama yang diperjuangkan Kartini semasa hidupnya. "Kartini tidak berjuang agar dikenang dengan seremonial. Kartini menulis, melawan, dan terluka agar perempuan Indonesia bisa berdiri sama tegak, berpikir sama tajam, dan bermimpi sama tinggi dengan siapa pun," ujarnya kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa pendidikan bukan sekadar alat untuk perempuan menjadi istri yang bisa diajak berdiskusi, tetapi lebih dari itu. "Pendidikan agar perempuan menjadi manusia yang utuh, serta menjadi manusia yang bisa memilih, menolak, dan memimpin," tegas Mugiyanto. Hal ini, menurutnya, menjadi jalan untuk menciptakan kesetaraan gender yang lebih nyata di masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kemajuan dan Tantangan yang Masih Dihadapi

Mugiyanto mengakui bahwa angka partisipasi sekolah perempuan saat ini telah mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025, angka putus sekolah perempuan di jenjang SMA hanya sekitar 2,14 persen secara nasional.

Namun, dia menyoroti bahwa persentase ini lebih tinggi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Tantangan utama yang dihadapi meliputi:

  • Faktor kemiskinan yang membatasi akses pendidikan
  • Praktik perkawinan anak yang masih terjadi
  • Anggapan tradisional bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi

Menurut Mugiyanto, perjuangan Kartini dalam membebaskan perempuan dari keterbatasan akses pendidikan dan ruang berekspresi masih sangat relevan di era sekarang. Dia menegaskan bahwa pendidikan perempuan merupakan hak fundamental yang harus dijamin tanpa diskriminasi, termasuk melalui upaya pencegahan putus sekolah dan perkawinan anak.

Makna Tema Hari Kartini 2026

Tema peringatan Hari Kartini tahun ini adalah "Perempuan Bermimpi, Perempuan Menginspirasi". Mugiyanto menjelaskan bahwa tema ini harus dimaknai sebagai ajakan untuk membuka ruang bagi perempuan dalam bermimpi, berprestasi, dan mengambil peran strategis di berbagai sektor kehidupan.

"Kita perlu memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku aktif dalam pembangunan nasional," tambahnya. Hal ini sejalan dengan visi Kartini yang menginginkan perempuan Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi.

Dukungan dari Pemerintah Daerah dan Stakeholder

Peringatan Hari Kartini tahun ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan perwakilan masyarakat, menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pendidikan perempuan. Turut hadir dalam acara tersebut:

  1. Bupati Jepara Witiarso Utomo
  2. Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar
  3. Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional
  4. Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Tengah
  5. Perwakilan masyarakat Kabupaten Jepara

Kehadiran mereka menandakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan perempuan. Mugiyanto berharap momentum Hari Kartini dapat menjadi pengingat akan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga