Tujuan AS-Israel Serang Iran: Ambisi Trump dan Netanyahu dalam Perang Regional
Tujuan AS-Israel Serang Iran: Ambisi Trump dan Netanyahu

Tujuan AS-Israel Serang Iran: Ambisi Trump dan Netanyahu dalam Perang Regional

Pertikaian antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki hari ketiga, dengan serangan AS-Israel terhadap Iran berubah menjadi perang regional yang melibatkan sejumlah negara Arab sekutu AS. Eskalasi terus meningkat, termasuk keterlibatan Inggris yang mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya di Siprus. Meski sulit diprediksi kapan dan bagaimana konflik ini berakhir, ada beberapa cara yang diinginkan pihak-pihak bertikai untuk mengakhiri pertempuran.

Definisi Kemenangan Menurut Trump

Presiden Donald Trump sejak awal telah menggambarkan konsep kemenangan sesuai dengan bayangannya. Dalam pesan video dari Mar-a-Lago, Florida, ia menyatakan tujuan menghancurkan rudal-rudal Iran dan meratakan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah. Trump juga berjanji akan menghancurkan angkatan laut Iran dan memastikan proksi teroris di kawasan tidak lagi mengganggu stabilitas. Persoalan rudal Iran selalu dijadikan alasan Trump untuk aksi militer, dengan klaim Iran mengembangkan rudal yang bisa mencapai AS, meski tidak didukung penilaian intelijen AS.

Ia juga mengklaim Iran nyaris berhasil mengembangkan senjata nuklir, bertentangan dengan pernyataannya sendiri bahwa AS telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Dalam pesan video yang mengumumkan perang, Trump tampak mengenakan kemeja berkerah terbuka dan topi bisbol, berbeda dengan presiden sebelumnya yang biasanya berpidato serius dari Gedung Putih. Ia memaparkan tuduhan panjang bahwa Iran menjadi ancaman sejak Revolusi Islam 1979.

Ambisi Israel di Bawah Netanyahu

Upaya Trump disambut Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang juga memiliki ambisi melumpuhkan rezim di Teheran. Netanyahu memandang Iran sebagai musuh paling berbahaya bagi Israel, meyakini penguasa Iran ingin membangun senjata nuklir untuk menghancurkan negara Yahudi. Pada pidato di Tel Aviv, ia menegaskan Israel dan AS bersama-sama akan mampu menghancurkan rezim teror secara total, janji yang ingin diwujudkan menjadi kenyataan.

Perang ini memiliki dimensi politik dalam negeri bagi Netanyahu, yang menghadapi pemilu akhir tahun dengan posisi rentan akibat kelalaian keamanan dalam serangan Hamas 2023. Kemenangan telak atas Iran bisa memberinya pengampunan politik dan kekuatan dalam pemilu.

Respon Iran dan Tantangan Menggulingkan Rezim

Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel merupakan pukulan besar, tetapi belum tentu meruntuhkan rezim. Republik Islam Iran dirancang dengan jaringan institusi politik dan agama kompleks untuk bertahan dari perang dan pembunuhan, berbeda dengan rezim di Suriah atau Libia yang bergantung pada keluarga penguasa. Definisi kemenangan bagi Iran adalah kemampuan bertahan, didukung aparat keamanan kuat seperti Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Basij.

IRGC memiliki sekitar 190.000 personel aktif dan 600.000 cadangan, mengendalikan sebagian besar ekonomi, dengan alasan finansial dan ideologis untuk setia. Basij, pasukan paramiliter sukarelawan dengan 450.000 anggota, dikenal kesetiaan dan kesediaan melakukan kekerasan. Ancaman Trump terhadap mereka kemungkinan tidak mengubah pikiran, didukung budaya mati syahid dalam Islam Syiah.

Preseden Buruk dan Skenario Masa Depan

AS dan Israel meyakini kekuatan militer mereka dapat memaksakan perubahan rezim, tetapi presedennya buruk. Penggulingan Saddam Hussein di Irak pada 2003 menyebabkan perang bertahun-tahun dan lahirnya gerakan ekstremis jihadis. Libia hancur dan miskin setelah Gaddafi digulingkan, menjadi negara gagal. Iran adalah negara luas dengan populasi multietnis lebih dari 90 juta jiwa; jika rezim runtuh, skenario terburuk adalah kekacauan dan pertumpahan darah seperti perang saudara di Suriah dan Irak.

Aksi militer AS-Israel sedang menghancurkan kapasitas militer Iran, mengubah dinamika Timur Tengah meski rezim bertahan. Menggantikan rezim yang digulingkan paksa dengan sesuatu yang damai dan teratur menjadi tantangan besar. Taruhan Trump bahwa perang ini akan membuat Timur Tengah lebih baik dan aman sangat menantang, dengan risiko eskalasi lebih lanjut.