Trump Tidak Senang dengan Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
Trump Tidak Senang Mojtaba Khamenei Pimpin Iran

Trump Ungkapkan Ketidaksenangan Terhadap Pemimpin Baru Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan merasa "tidak senang" dengan pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru. Hal ini terungkap melalui pernyataan pembawa acara Fox News, Brian Kilmeade, yang mengutip langsung ucapan Trump mengenai penunjukan tersebut.

Pemilihan Putra Khamenei sebagai Penerus

Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, secara resmi dipilih oleh Majelis Pakar Iran sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Pemilihan ini dilakukan setelah ayahnya wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.

Majelis Pakar Iran yang terdiri dari 88 ulama senior memilih Mojtaba yang berusia 56 tahun sebagai penerus. Keputusan ini menegaskan bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali penuh atas negara tersebut setelah meninggalnya Khamenei.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kriteria Pemimpin yang "Dibenci Musuh"

Salah satu anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heidari Alekasir, mengungkapkan bahwa pemilihan kandidat didasarkan pada arahan mendiang Khamenei. Arahan tersebut menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran haruslah "dibenci oleh musuh".

"Bahkan Setan Besar telah menyebut namanya," ujar Alekasir dalam pernyataannya. Pernyataan ini merujuk pada komentar Presiden Trump yang menyebut Mojtaba sebagai pilihan yang "tidak dapat diterima" baginya.

Profil dan Pengaruh Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh senior yang memiliki kedekatan dengan pasukan keamanan Iran dan kerajaan bisnis besar yang mereka kendalikan. Dia secara konsisten menentang para reformis yang berupaya menjalin hubungan dengan Barat, khususnya dalam upaya mengekang program nuklir Iran.

Hubungan dekatnya dengan Garda Revolusi Iran memberikan pengaruh signifikan di seluruh aparatur politik dan keamanan negara. Sumber yang memahami latar belakangnya mengungkapkan bahwa Mojtaba telah membangun pengaruh sebagai "penjaga gerbang" ayahnya selama bertahun-tahun.

Kekuatan dan Tanggung Jawab Pemimpin Tertinggi

Pemimpin tertinggi Iran memegang hak untuk mengambil keputusan akhir dalam berbagai urusan negara, termasuk:

  • Kebijakan luar negeri
  • Program nuklir Iran
  • Penetapan arah strategis negara

Kekuatan Barat terus berupaya mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil.

Reaksi Internasional dan Dampak Hubungan Bilateral

Meskipun Trump telah menyampaikan ketidaksenangannya secara pribadi, presiden AS tersebut belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka mengenai pemilihan ini. Namun, komentarnya yang menyebut pilihan Iran sebagai "tidak dapat diterima" menunjukkan ketegangan yang mungkin akan mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

Pemilihan Mojtaba Khamenei ini terjadi dalam konteks ketegangan regional yang sudah berlangsung lama, termasuk konflik dengan Israel dan perbedaan pendapat mengenai program nuklir Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga