Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan kembali ke Washington setelah lawatannya ke China tanpa membawa kemajuan berarti dalam upaya diplomasi untuk meredakan konflik dengan Iran. Menurut laporan CNN pada Sabtu (16/5/2026), harapan bahwa pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping dapat memberikan dorongan baru dalam negosiasi dengan Teheran tidak terwujud.
Pernyataan Trump soal Xi Jinping
Dalam perjalanan pulang, Trump mengklaim bahwa Xi Jinping menyampaikan keinginan agar Selat Hormuz kembali dibuka dan mendukung agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, pernyataan tersebut bukanlah hal baru karena China sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan posisi serupa.
Implikasi bagi Hubungan AS-Iran
Tidak adanya kemajuan ini menunjukkan bahwa diplomasi antara AS dan Iran masih mengalami kebuntuan, terutama terkait Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia. Situasi ini turut memicu kenaikan harga minyak global yang semakin memanas.
China selama ini dikenal sebagai mitra dagang utama Iran dan kerap mengambil sikap moderat dalam konflik tersebut. Meskipun demikian, pertemuan tingkat tinggi kali ini belum mampu menghasilkan terobosan berarti.



