Trump Puji Ekonomi AS dan Serang Iran dalam Pidato State of the Union Terpanjang
Trump Puji Ekonomi AS dan Serang Iran dalam Pidato

Trump Puji Ekonomi AS dan Serang Iran dalam Pidato State of the Union Terpanjang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato tahunan State of the Union pada Selasa (24/02), dalam pidato terpanjang yang pernah ia sampaikan. Dalam pidato yang sebagian besar berfokus pada isu-isu domestik ini, Trump mengklaim bahwa ekonomi AS tumbuh pesat dan angka imigrasi ilegal menurun, sambil memuji pengerahan Garda Nasional dan tim hoki es putra Amerika Serikat.

Klaim Ekonomi dan Imigrasi

Trump mengatakan kepada Kongres AS bahwa "negara kita telah kembali" dengan ekonomi yang "menggeliat seperti belum pernah sebelumnya." Ia mengklaim bahwa produksi minyak Amerika Serikat meningkat lebih dari 600.000 barel per hari dan produksi gas alam berada pada titik tertinggi sepanjang masa, yang disambut tepuk tangan berkala dari anggota parlemen Partai Republik.

Mengenai imigrasi, Trump membanggakan bahwa Amerika Serikat kini memiliki "perbatasan terkuat dan paling aman dalam sejarah Amerika," dengan mengklaim sebelumnya jutaan imigran ilegal telah memasuki negara itu tanpa pengawasan. Ia juga menyambut tim hoki es putra AS yang baru memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina di Italia, serta menganugerahkan Presidential Medal of Freedom kepada penjaga gawang Connor Hellebuyck.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kecaman terhadap Iran dan Kebijakan Luar Negeri

Beralih ke kebijakan luar negeri, Trump menyebut Iran sebagai "sponsor teror nomor satu di dunia" dan mengatakan bahwa ia "tidak akan pernah" mengizinkannya memperoleh senjata nuklir. Ia menuduh Iran mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan-pangkalan AS di luar negeri, serta mengklaim—tanpa memberikan bukti—bahwa militer Iran sedang berupaya membangun rudal yang dapat menjangkau Amerika Serikat.

Di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Teheran, Trump menegaskan bahwa pilihannya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Ia juga memuji "awal baru yang cerah bagi Venezuela" setelah pasukan khusus AS menculik Presiden Nicolas Maduro dalam penggerebekan pada bulan Januari.

Respons dari Partai Demokrat

Sementara Trump menerima tepuk tangan berdiri secara berkala dari para pendukung Partai Republik, anggota Partai Demokrat di ruang sidang umumnya tetap duduk. Mereka hanya berdiri untuk tim hoki dan ketika Trump meminta semua anggota parlemen berdiri jika setuju bahwa "tugas pertama pemerintah Amerika adalah melindungi warga negara Amerika, bukan imigran ilegal."

Sekitar 50 kursi di ruang sidang tetap kosong karena sejumlah anggota Demokrat memilih memboikot pidato tersebut. Beberapa yang hadir mencemooh Trump saat ia berbicara, seperti anggota Kongres AS dari Michigan, Rashida Tlaib, yang berteriak "Itu bohong" ketika Trump mengulangi klaimnya telah "menyelesaikan delapan perang." Anggota DPR Ilhan Omar juga berteriak "Anda telah membunuh warga Amerika Serikat" ketika Trump memuji pengerahan terbaru ICE di Minnesota.

Sebelumnya, anggota DPR dari Partai Demokrat Al Green mengacungkan papan bertuliskan tangan: "Orang kulit hitam bukan kera!" sebagai rujukan pada video rasis yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama dan telah dibagikan oleh Trump. Ia kemudian dikeluarkan dari ruang sidang.

Isu Imigrasi dan Kasus Epstein

Dengan tindakan keras Trump terhadap imigrasi dan rilis berkas Epstein yang masih segar dalam ingatan, sejumlah anggota Kongres AS dari Partai Demokrat mengundang tamu untuk menyoroti kedua isu tersebut. Senator AS Chuck Schumer dari New York mengundang ibu dari seorang pelajar yang ditahan otoritas imigrasi, sementara anggota parlemen dari Oregon, Maxine Dexter, memberikan kursinya kepada penyintas kasus Epstein, Lisa Phillips.

Phillips mengatakan bahwa ia "hanya berharap ada semacam pengakuan" dari presiden dalam pidatonya dan menegaskan: "Kami tidak akan berhenti sampai semua berkas dirilis." Pidato ini menandai momen politik yang tegang di tengah polarisasi yang mendalam di Amerika Serikat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga