Trump Serang Paus Leo XIV Soal Sikap Terhadap Ancaman Nuklir Iran
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat kontroversi dengan melancarkan kritik tajam terhadap Paus Leo XIV, pemimpin pertama AS dalam Gereja Katolik Roma. Kritik ini disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social sebagai respons atas pernyataan Paus yang mengecam ancaman yang dilontarkan pemerintah AS terhadap Iran.
Unggahan Panjang di Media Sosial
Dalam unggahan panjang yang diunggah di akun Truth Social-nya, Trump secara terbuka menyatakan bahwa Paus Leo XIV dinilainya sangat buruk bagi kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Mantan presiden dari Partai Republik itu tidak segan-segan mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap pandangan Paus terkait isu nuklir Iran.
"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir," tegas Trump dalam pernyataannya yang dikutip dari laporan BBC pada Senin, 13 April 2026. Pernyataan ini menegaskan posisi Trump yang keras terhadap program nuklir Iran dan sekaligus mengkritik sikap Paus yang dianggapnya terlalu lunak.
Latar Belakang Ketegangan AS-Iran
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah berlangsung selama beberapa dekade, dengan isu senjata nuklir menjadi salah satu titik panas utama. Trump, yang selama masa kepresidenannya dikenal dengan kebijakan luar negeri yang agresif terhadap Iran, tampaknya tetap konsisten dengan pendiriannya meski sudah tidak lagi menjabat.
Paus Leo XIV, sebagai pemimpin spiritual Katolik Roma yang berasal dari Amerika Serikat, sebelumnya telah menyuarakan keprihatinannya terhadap eskalasi konflik dan ancaman militer yang dapat memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah. Namun, pernyataan Paus ini justru memicu reaksi keras dari Trump yang menganggapnya sebagai bentuk pembiaran terhadap ambisi nuklir Iran.
Implikasi terhadap Hubungan Agama dan Politik
Insiden ini menyoroti dinamika kompleks antara otoritas keagamaan dan politik dalam konteks kebijakan luar negeri. Kritik Trump terhadap Paus Leo XIV tidak hanya sekadar perbedaan pendapat politik, tetapi juga menyentuh ranah moral dan etika dalam penanganan isu keamanan global.
Beberapa analis menilai bahwa pernyataan Trump ini dapat memperuncing polarisasi di dalam negeri AS, sekaligus mempengaruhi persepsi internasional terhadap peran Amerika Serikat dalam diplomasi global. Sementara itu, Vatikan belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang dilontarkan oleh mantan presiden AS tersebut.



