Trump Kritik Australia Soal Iran, PM Albanese Tegaskan Tak Ada Permintaan Baru
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak mengajukan permintaan baru terkait bantuan dalam konflik Iran. Pernyataan ini disampaikannya pada Jumat (17/4/2026) sebagai respons terhadap komentar Presiden AS Donald Trump yang mengungkapkan ketidaksenangan terhadap Australia.
Ketidaksenangan Trump dan Klarifikasi Albanese
Dalam konferensi pers di Washington pada Kamis (16/4) waktu setempat, Trump secara terbuka mengkritik Australia. "Saya tidak senang dengan Australia karena mereka tidak ada di sana ketika kami meminta mereka untuk berada di sana," ujar Trump kepada wartawan. "Mereka tidak ada di sana, terkait dengan Hormuz," tambahnya, merujuk pada Selat Hormuz yang menjadi titik krusial dalam konflik ini.
Menanggapi hal tersebut, Albanese menegaskan bahwa Trump telah memperjelas posisinya dan masalah ini telah ditangani. "Tidak ada permintaan baru sama sekali," tegas Albanese kepada wartawan di Canberra. Australia, sebagai sekutu keamanan utama AS, memang tidak terlibat langsung dalam konflik Iran namun memiliki kepentingan strategis dalam pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pengiriman bahan bakar.
Negosiasi dan Bantuan Militer Australia
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengungkapkan bahwa negosiasi sedang berlangsung dengan beberapa negara sekutu mengenai Selat Hormuz. Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat disebut terlibat dalam pembicaraan ini, menunjukkan kompleksitas situasi geopolitik di kawasan tersebut.
Bulan lalu, Washington secara resmi meminta bantuan Canberra untuk mendukung pertahanan negara-negara Teluk. Australia merespons permintaan ini dengan mengirimkan:
- Pesawat pengintai canggih E7 Wedgetail
- Rudal-rudal pertahanan udara
Bantuan militer ini ditujukan untuk melindungi Uni Emirat Arab, sesuai dengan pernyataan pejabat Australia. Langkah ini menunjukkan komitmen Australia dalam menjaga stabilitas kawasan meskipun tidak terlibat langsung dalam konflik bersenjata.
Konteks Hubungan Australia-AS
Komentar Trump ini muncul dalam konteks hubungan bilateral yang umumnya kuat antara Australia dan Amerika Serikat. Kedua negara memiliki sejarah panjang sebagai sekutu keamanan melalui pakta ANZUS. Namun, perbedaan pendapat mengenai pendekatan terhadap Iran telah menjadi titik gesekan dalam hubungan ini.
Australia tetap mempertahankan posisinya untuk tidak terlibat dalam konflik langsung dengan Iran, sambil tetap memenuhi kewajiban sekutunya melalui bantuan militer tidak langsung. Pendekatan ini mencerminkan kebijakan luar negeri Australia yang berusaha menyeimbangkan hubungan dengan AS dengan kepentingan nasionalnya sendiri di kawasan Asia-Pasifik.



