Trump Klaim Mojtaba Khamenei Alami Cedera Pasca Serangan AS-Israel
Trump Klaim Mojtaba Khamenei Cedera Pasca Serangan

Trump Meyakini Mojtaba Khamenei Alami Cedera Akibat Serangan AS-Israel

Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengalami cedera. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi luas bahwa Mojtaba menderita luka-luka akibat serangan awal yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada akhir Februari lalu.

Serangan tersebut telah menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah anggota keluarganya. Trump mengungkapkan pandangannya ini dalam wawancara dengan wartawan Fox News, Brian Kilmeade, yang ditayangkan pada Kamis malam, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera dan Reuters.

Pernyataan Trump dan Kondisi Mojtaba

"Saya pikir dia mungkin masih hidup. Saya pikir dia mengalami cedera, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu, Anda tahu," kata Trump dalam wawancara tersebut. Mojtaba belum muncul secara langsung di hadapan publik Iran sejak diumumkan terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru untuk negara Syiah itu pada Minggu lalu.

Pernyataan pertama Mojtaba kepada publik sebagai pemimpin tertinggi Iran disampaikan secara tertulis, dengan dibacakan oleh seorang presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis waktu setempat. Seorang pejabat Iran yang tidak disebut namanya mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa Mojtaba mengalami luka ringan, tetapi terus beraktivitas.

Sebelumnya, televisi pemerintah Iran dalam laporannya menyebut Mojtaba sebagai "veteran perang yang terluka dalam perang Ramadan", tetapi tidak pernah menyebutkan secara spesifik cedera yang dialaminya. Duta Besar Iran untuk Siprus mengatakan pada awal pekan ini kepada The Guardian bahwa Mojtaba mengalami luka-luka akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu.

Respons Iran dan Pernyataan Publik Mojtaba

Sementara itu, seorang penasihat pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, yang juga putra dari Presiden Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Mojtaba "dalam keadaan aman dan sehat". Dalam pernyataan publik pertamanya, Mojtaba bersumpah untuk tetap menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga Iran untuk menutup pangkalan AS di wilayah mereka, atau berisiko menjadi sasaran Teheran.

Trump, dalam pernyataan terpisah di Gedung Putih, mengatakan bahwa perang melawan Iran berlangsung "sangat cepat". Dia melontarkan pujian untuk militer AS, menyebut, "Situasi dengan Iran berjalan sangat cepat. Mereka melakukannya dengan sangat baik, militer kita tak tertandingi."

Trump menambahkan, "Mereka benar-benar negara teror dan kebencian, dan mereka membayar harga yang mahal sekarang." Pernyataan ini disampaikan setelah Mojtaba merilis komentar publik pertamanya, namun Trump tidak memberikan tanggapan langsung atas sumpah balas dendam Mojtaba.

Isyarat Trump tentang Perang Iran

Beberapa hari terakhir, Trump memberikan isyarat beragam tentang kemajuan dalam perang melawan Iran. Dia sempat sesumbar mengatakan bahwa "kita menang" melawan Iran, dan menyebut bahwa perang dapat berakhir "sangat segera". Namun, Trump juga bersikeras akan perlunya terus berperang, menunjukkan ketegangan yang masih berlanjut dalam konflik ini.

Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei terus menjadi perhatian internasional, dengan laporan yang saling bertentangan dari berbagai sumber. Situasi ini menambah kompleksitas dalam dinamika geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait hubungan antara AS, Israel, dan Iran.