Trump Kecewa Berat dengan Proposal Iran Lewat Mediasi Pakistan
Trump Kecewa dengan Proposal Iran Lewat Pakistan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ketidakpuasannya terhadap isi proposal terbaru yang diajukan oleh Iran melalui pihak mediator, yaitu Pakistan. Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 27 April 2026, dalam sebuah pertemuan dengan para penasihatnya di Gedung Putih.

Isi Proposal Iran Tidak Sesuai Harapan Trump

Menurut laporan Reuters, pejabat yang mendapat pengarahan mengenai pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya lebih menginginkan pembahasan sejak awal mengenai program nuklir Iran. Namun, proposal yang diterima justru lebih banyak membahas rencana pembukaan Selat Hormuz dan penghentian perang, sementara negosiasi mengenai nuklir ditunda ke tahap selanjutnya.

Kekecewaan Trump Terhadap Mediasi Pakistan

"Dia (Trump) tidak puas dengan proposal Iran tersebut," ujar seorang pejabat yang mengetahui isi diskusi di Gedung Putih. Kekecewaan ini menunjukkan adanya perbedaan prioritas antara Amerika Serikat dan Iran dalam perundingan yang dimediasi oleh Pakistan. Amerika Serikat menginginkan fokus utama pada isu nuklir, sementara Iran cenderung mengedepankan isu-isu lain seperti stabilitas kawasan dan jalur pelayaran strategis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, dan sering menjadi titik ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat. Penghentian perang juga menjadi isu sensitif mengingat konflik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran maupun Pakistan mengenai kekecewaan Trump. Negosiasi diperkirakan akan terus berlanjut dengan tekanan dari Amerika Serikat untuk segera membahas program nuklir Iran sebagai prioritas utama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga